Todung Siap Mundur dari Ketua Komite Etik PSSI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Todung Mulya Lubis. TEMPO/Subekti

    Todung Mulya Lubis. TEMPO/Subekti

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Komite Etik Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Todung Mulya Lubis mengatakan tidak masalah jika dirinya diminta mundur dari jabatan Ketua Komite Etik oleh pengurus PSSI.

    "Kalau PSSI tidak menghendaki saya jadi Komite Etik, silakan mencabut surat pengangkatan saya. Tidak ada soal, bagi saya ini pengorbanan untuk ikut membantu PSSI," kata Todung di kantor PSSI, Selasa, 6 Desember 2011.

    Todung mengaku tidak pernah meminta kepada pengurus PSSI untuk menjadikan dirinya Ketua Komite Etik PSSI. Pihak PSSI, kata Todung, mengeluarkan surat keputusan terhadap dirinya untuk menjadi Ketua Komite Etik pada 21 September 2011.

    Karena itu, jika ada yang mempertanyakan kenapa Ketua Komite Etik PSSI dijabat olehnya, Todung mempersilakan agar itu ditanyakan ke Ketua Umum PSSI. "Silakan tanyakan ke Ketua Umum PSSI. Saya kan diminta," katanya.

    Secara terpisah, anggota Komite Eksekutif PSSI, La Nyalla Mattalitti, mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengetahui pembentukan Komite Etik itu. Seharusnya, menurut La Nyalla, dibuat dulu aturan mengenai majelis tersebut. "Aturannya dong dibuat dulu," katanya.

    Selain itu, Nyalla juga menilai Todung tidak cocok menjadi Ketua Komite Etik. "Hukuman yang dilayangkan Peradi terhadap Todung karena melanggar kode etik sudah membuktikan dia tidak pantas," ujarnya.

    Kisruh di tubuh PSSI memang terus memanas. Keberadaan Komite Etik kini dipertanyakan setelah Komite yang beranggotakan 7 orang itu melayangkan surat panggilan kepada 3 anggota Komite Eksekutif yang dinilai menyalahi kode etik. Mereka adalah La Nyalla Mattalitti, Tonny Aprilani, dan Erwin Dwi Budiawan. Ketiganya dinilai menyalahi ketentuan dengan mengirim surat aduan ke Induk Sepak Bola Asia (AFC) diawali surat pemanggilan yang dilayangkan.

    Sebelumnya, anggota Komite Eksekutif PSSI lainnya, Tonny Aprilani, menyindir Komite Etik sebagai komite 'jadi-jadian' karena dibentuk tanpa mekanisme yang sah dan tidak dibahas dalam rapat exco (Komite Eksekutif) terlebih dahulu. Exco, kata Tonny, tidak pernah mengetahui ada penunjukan Komite Etik. "Ini kok tiba-tiba ada nama Todung (Todung Mulya Lubis--Ketua Komite Etik PSSI)," kata Tonny.

    ANGGA SUKMA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?