Panggilan Majelis Etik PSSI Dicueikin 4 Exco

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Todung Mulya Lubis. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Todung Mulya Lubis. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Tiga anggota Exco (Komite Eksekutif) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yaitu La Nyalla Mattalitti, Tonny Aprilani, dan Erwin Dwi Budiawan, kembali mangkir dari panggilan Majelis Etik PSSI untuk yang diagendakan hari ini, Selasa, 6 Desember 2011. Majelis semula akan mengklarifikasi terkait layangan surat aduan anggota eksekutif tersebut ke Induk Sepak Bola Asia (AFC).

    "Kami hari ini baru menerima surat yang ditujukan kepada Sekjen PSSI tertanggal 5 Desember 2011 dari empat anggota Eksekutif, Perihal keberatan kepada sidang Majelis Etika," kata ketua Komite Etik, Todung Mulya Lubis, di kantor PSSI, Selasa, 6 Desember 2011. 

    Majelis Etik merupakan bentukan Komite Etik PSSI. Majelis ini beranggotakan 7 dari 10 anggota Komite Etik. Sebelumnya Robertho Rouw, salah seorang anggota exco, sudah memenuhi panggilan Majelis pada minggu lalu. Tapi ia juga ikut menandatangani surat yang mempersoalkan Majelis dan Komite Etik PSSI. 

    Menurut Todung, surat yang ditandatangani keempat anggota exco itu selain berisi keberatan dan menolak dengan tegas pemanggilan dari Majelis Etika, juga menolak keberadaan dirinya menjadi ketua Komite Etik PSSI karena dianggap bermasalah dan cacat etika.

    Ketidakhadiran para anggota Exco karena menolak keberadaan Majelis Sidang kode etik, kata Todung, merupakan hak mereka. Namun, ke empat anggota Exco itu kehilangan kesempatan untuk mengklarifikasi fakta-fakta yang menurut mereka penting untuk majelis etik ketahui.

    "Ini panggilan terakhir. Kehadiran mereka (anggota Exco) termasuk Ketua dan Sekjen PSSI mutlak. Namun Kita tidak bisa memaksa. Itu urusan mereka. Tapi jangan salahkan kami jika membuat keputusan atas dasar fakta-fakta yang kami punya," kata Todung.

    Todung sendiri menjelaskan pemanggilan terhadap ke empat anggota Exco yang diminta oleh Ketua umum PSSI tersebut, adalah untuk mengklarifikasi terkait surat yang dilayangkan oleh La Nyalla Cs kepada FIFA dan AFC itu apakah menyalahi etik atau tidak.

    Selain itu, Majelis Etik juga akan mengklarifikasi pertemuan pada 16 November lalu, di Surabaya, yang diduga ada unsur provokasi dan mendeskreditkan PSSI, apakah sebuah tindakan melanggar etika atau tidak. "Dua hal itu yang dimintakan kepada kami oleh ketua umum," ujar Todung.

    Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, La Nyalla Mattalitti, mengatakan penolakan tersebut atas dasar tidak jelasnya pembentukan Majelis Etik yang tidak melalui mekanisme rapat Exco. "Kita tidak pernah tau adanya majelis Etik, aturannya mana. Dibuat dulu aturannya donk," katanya.

    Dikatakan Nyalla, pihaknya mengaku sudah menghargai Komite Etik dengan hadir pada pekan kemarin dan sudah cukup menjelaskan. "Mereka seharusnya sudah mengerti. Jangan hanya kami saja yang diperiksa. Tapi Ketua Umum dan Sihar Sitours ini yang membuat masalah juga harus diperiksa," kata Nyalla.

    ANGGA SUKMA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.