Sriwijaya FC Kecewa dengan Surat PSSI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sriwijaya FC. ANTARA/Feny

    Sriwijaya FC. ANTARA/Feny

    TEMPO Interaktif, Palembang - Dodi Reza Alex, Presiden Klub Sriwijaya FC (SFC), mengaku kecewa dengan surat PSSI. Surat tersebut berisi restu bagi Laskar Wong Kito untuk berlaga di Indonesia Premier League (IPL). Kekecewaan itu muncul karena dalam surat tertanggal 8 Desember 2011 itu PSSI mensyaratkan Sriwijaya FC mundur dari Indonesia Super League.

    "Kami disandera PSSI. Saya tidak ingin menyakiti warga Sumsel yang dominan mendukung kami berlaga di ISL," kata Dodi kepada wartawan, Kamis, 15 Desember 2011.

    Dodi juga meminta PSSI dapat belajar dari kesalahan masa lalu ketika masih dipimpin Nurdin Halid. "Kita belajar bersama-sama dari pengalaman masa lalu," ujarnya.

    Sebelumnya, Sriwijaya FC diperkenankan tampil di kompetisi resmi, yakni IPL. Sabtu mendatang SFC akan menjamu Persebaya Surabaya di Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ).

    Menurut Sekretaris SFC, Faizal Mursyid Izin, izin tersebut dinyatakan dalam surat keputusan bernomor 2482/AGP/130/XII/2011 tertanggal 8 Desember 2011 yang dilayangkan ke manajemen Klub SFC. Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum PSSI Djohar Arifin.

    Meski tertanggal 8 Desember, manajemen Laskar Wong Kito baru menerimanya kemarin. “Surat yang kami terima menyatakan SFC boleh tampil di IPL, tetapi dengan syarat tidak boleh mengikuti seluruh kompetisi di luar IPL, termasuk ISL,” ujarnya.

    Sementara itu, PT Sriwijaya Optimis Mandiri selaku manajemen Sriwijaya FC (SFC) menepati janjinya menyiapkan tim untuk berlaga di Indonesian Premier League (IPL). Tim ini akan dipersiapkan untuk menghadapi Persebaya Surabaya, Sabtu, 17 Desember. Presiden Klub SFC H. Dodi Reza Alex menegaskan tim yang akan dikirim berbeda dengan yang berlaga di Indonesian Super League (ISL).

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.