Eto'o Diskors 15 Pertandingan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Samuel Eto'o. REUTERS/Dylan Martinez

    Samuel Eto'o. REUTERS/Dylan Martinez

    TEMPO Interaktif, Yaounde – Federasi sepak bola Kamerun (Fecafoot) menjatuhkan sanksi 15 pertandingan terhadap Samuel Eto’o lantaran telah menghasut para pemain tim nasional Kamerun untuk melakukan aksi mogok setelah pihak ofisial menunda pembayaran bonus dari turnamen LG Cup yang digelar di Maroko pada 11-13 November.

    Aksi mogok ini kemudian merusak jadwal laga persahabatan antara Kamerun dan Aljazair, 15 November lalu.

    Usai persidangan yang digelar Fecafot di Yaounde pada 12 Desember yang juga dihadiri oleh Eto’o, sejumlah media lokal mengabarkan bahwa striker Anzhi Makhachkala itu telah dijatuhi sanksi tujuh pertandingan. Tapi pihak Fecafoot membantah telah menjatuhkan vonis seperti sebelumnya, kemudian mengkonfirmasi kepada situs Goal.com bahwa bekas bintang Barcelona dan Inter Milan itu diskors 15 pertandingan.

    Wakil kapten timnas, Enoh Eyong, yang didakwa ikut berkonspirasi dengan Eto’o, dijatuhi sanksi dua pertandingan. Sementara pemain Tottenham Hotspur, Benoit Assou-Ekotto, yang menolak panggilan ke timnas, dikenai denda 1.500 euro.

    Seusai persidangan itu, Eto’o menegaskan bahwa alasan di balik aksi mogok itu lebih dari sekadar bonus yang belum dibayarkan dan ia berjanji untuk segera mengungkapkan semuanya kepada publik Kamerun.

    Pelatih baru timnas Kamerun, Denis Lavagne, dan asistennya, Martin Ndtoungou Mpile, serta wakil presiden Fecafoot, Francis Mveng, juga didengar kesaksiannya oleh pihak komite disiplin.

    Federasi sepak bola Aljazair, yang menuntut kompensasi 770 ribu euro untuk semua kerugian yang disebabkan pembatalan uji coba lawan Kamerun, memuji keputusan yang dibuat Fecafoot, tapi mereka tak mengatakan apakah mereka akan membatalkan tuntutan tersebut.

    GOAL | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.