Jakmania Minta KLB Bukan untuk Balas Dendam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Nurdiansah

    Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Suporter Persija Jakarta berharap rencana Kongres Luar Biasa (KLB) yang dilontarkan Pengurus Provnsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia bukan merupakan ajang balas dendam.  "Tapi untuk memperbaiki PSSI dan sepak bola Indonesia," ujar Sekretaris Umum Jakmania, Richard Achmad, kepada Tempo, Senin, 19 Desember.

    Richard melihat para anggota tidak mempunyai semangat yang sama untuk memperbaiki sepak bola sehingga banyak menimbulkan konflik-konflik dalam tubuh PSSI. “Pengurus tidak berjalan beriringan,” katanya.

    Rapat akbar yang digelar Forum Pengurus Provinsi PSSI kemarin sepakat melengserkan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin melalui mekanisme kongres luar biasa. Rapat itu dihadiri perwakilan 27 pengurus PSSI tingkat provinsi, perwakilan pengurus 18 klub Liga Super Indonesia, perwakilan 23 Divisi Utama, serta 360 klub Divisi 1,2, dan 3.

    Richard berharap agar seluruh komponen terlebih dahulu duduk bersama dan berbicara dengan kepala jernih untuk menyelesaikan persoalan saat ini. “Sebelum KLB, pengurus PSSI, klub, dan pengurus provinsi harus duduk bersama dan berbicara dengan kepala dingin,” katanya.

    Jika untuk balas dendam, dia melanjutkan, bukan mustahil kondisi seperti ini akan terulang. “Kalau ini yang terjadi, maka selanjutnya akan ada KLB-KLB lagi, dan yang dirugikan sepak bola Indonesia,” ujarnya.

    Jakmania adalah komunitas suporter Jakarta dengan 57 ribu anggota.  Berdiri pada 19 Desember 1999, hari ini mereka berulang tahun ke-14. The Jak, sebutannya, merupakan kelompok pertama yang memprotes kepengurusan PSSI sebelumnya--era Nurdin Halid--dan sedikit banyak memuluskan jalan bagi Djohar Arifin untuk naik ke pucuk pimpinan induk organisasi tersebut.


    ANGGA SUKMA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.