Penampilan Terbaik Roma Musim Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luis Enrique. REUTERS/Stefano Rellandini

    Luis Enrique. REUTERS/Stefano Rellandini

    TEMPO.CO, Bologna - Pelatih AS Roma, Luis Enrique, kembali semringah usai timnya meraih kemenangan atas Bologna, Kamis dini hari 22 Desember 2011. Pelatih asal Spanyol itu melihat anak asuhnya menampilkan performa terbaiknya musim ini.

    Dua gol di babak pertama melalui Rodrigo Taddei dan Pablo Osvaldo sudah cukup membawa Giallorossi meraih kemenangan kedua beruntun. Pekan lalu secara mengejutkan I Lupi berhasil mengalahkan Napoli. “Saya rasa ini merupakan penampilan terbaik sepanjang musim ini, dengan keseimbangan permainan yang baik,” kata Enrique seusai pertandingan.

    Bukan hanya soal hasil akhir saja yang membuat Enrique senang. Bekas pelatih Barcelona B itu menilai permainan yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang pertandingan sangat baik. Statisitk menunjukkan Roma tampil sangat dominan dengan 67 persen penguasaan bola. “Kami menguasai penuh pertandingan dan membuat banyak kesempatan. Bologna juga beberapa kali menyerang, tapi tidak pernah membuat kami kesulitan,” ujar pelatih berusia 41 tahun itu.

    Pada pertandingan itu Enrique kembali menjajal sejumlah opsi pemain yang ada di dalam skuadnya. Ia pun menegaskan semua pemain harus bisa berjuang untuk merebut posisi masing-masing di tim inti. “Ini bukan komposisi pasti karena semua pemain itu penting, dan mereka bisa masuk ke tim inti,” ujar dia.

    Selain itu Enrique juga mengaku lega karena kini ia bisa menikmati jeda musim dingin dengan nyaman. Pasalnya sebulan terakhir kursi Enrique mulai digoyang lantaran penampilan Roma tak konsisten. Francesco Totti dkk. kini berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 24 poin.

    FOOTBALL-ITALIA | IRVAN SAPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.