Pepe Balas Kritik Dani Alves  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Real Madrid Pepe berusaha merebut bola dari kaki pemain Barcelona Alexis Sanchez, dalam pertandinga Piala Super Spanyol di stadion Santiago Bernabeu, Madrid (15/8). REUTERS/Susana Vera

    Pemain Real Madrid Pepe berusaha merebut bola dari kaki pemain Barcelona Alexis Sanchez, dalam pertandinga Piala Super Spanyol di stadion Santiago Bernabeu, Madrid (15/8). REUTERS/Susana Vera

    TEMPO.CO, Madrid - Perang komentar terus dilancarkan dua klub besar Spanyol, Barcelona, dan Real Madrid. Kini giliran bek Madrid, Pepe, yang menganggap timnya tidak pernah iri pada klub mana pun, termasuk Barcelona.

    Pemain bernama lengkap Képler Laveran Lima Ferreira itu merasa tidak ada yang perlu dicemburui dari Barcelona. Menurutnya Los Blancos saat ini masih jadi tim terbaik di muka Bumi.

    “Iri? Kami tidak iri pada siapa pun. Saya bermain untuk tim terbaik dunia. Real Madrid adalah klub terbesar di dunia dan tidak mungkin iri kepada tim lainnya,” kata Pepe yang sudah bermain di Madrid sejak 2007.

    Pernyataan itu dikeluarkan Pepe untuk membalas komentar pedas bek Barcelona, Dani Alves. Alves mengeluarkan kritik untuk membalas komentar Mourinho yang menilai Piala Dunia Klub FIFA tidak bergengsi dan juga meragukan status Barcelona sebagai tim terhebat sepanjang sejarah.

    “Saat ini kami yang terbaik. Untuk bermain di kompetisi ini Anda harus memenangi Liga Champions, dan kami melakukannya. Pekan lalu kami memenanginya. Iri hati itu buruk,” kata Alves menanggapi komentar sinis Mourinho.

    Barcelona mulai dipuja banyak pihak karena meraih banyak gelar dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah asuhan Pep Guardiola sejak 2007, Blaugrana telah meraih 13 gelar bergengsi.

    TRIBAL FOOTBALL | IRVAN SAPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.