Bob Hippy Pilih Fokus Pembinaan Usia Muda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bob Hippy. TEMPO/ Yosep Arkian

    Bob Hippy. TEMPO/ Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komite Eksekutif PSSI Bob Hippy mengaku saat ini lebih berkonsentrasi pada pembinaan usia dini U-12 hingga U-18 ketimbang tim nasional senior ataupun tim nasional U-23. Mantan pemain tim nasional era 1950-an itu berambisi melahirkan pemain berbakat di akhir masa jabatannya.

    “Saya sekarang putar haluan. Tak mau lagi ambil pusing soal tim nasional senior. Sekarang fokus pada pembinaan usia muda U-12 sampai U-18,” kata Bob saat dihubungi pada Minggu, 25 Desember 2011.

    Bob mengatakan PSSI telah berkoordinasi dengan Pemerintah Australia dan Jepang guna membahas soal pembinaan usia muda. “Tanggal 15 Januari saya bersama dengan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin akan bertemu pemerintah Australia di Cambera membahas lebih lanjut kerja sama itu,” kata koordinator tim nasional tersebut.

    Pemerintah Australia dan Jepang, kata Bob, nantinya akan membantu menyediakan peralatan canggih sport science dan juga tim ahlinya untuk membantu PSSI melakukan seleksi. “Dengan alat itu bisa diketahui sejak awal pemain di bawah 12 tahun yang punya potensi lanjut ke lapisan umur di atasnya,” kata Bob.

    Untuk urusan pembinaan usia muda, Bob menggaet mantan pelatih Persema Malang musim lalu Timo Scheunemann. “Kami sudah ngobrol-ngobrol tentang pembinaan usia muda,” ujarnya.

    Delapan puluh persen anggota tim nasional senior ataupun U-23 sekarang ini sudah dipastikan tak bisa bermain membela tim nasional kecuali berpindah ke klub peserta kompetisi yang diakui PSSI, yaitu Liga Prima Indonesia. “Tim nasional senior nggak bisa diapa-apakan lagi,” kata Bob yang berambisi mencetak pemain muda yang hebat di masa akhir jabatannya nanti.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.