Joe Hart Dinilai Lebih Baik dari Casillas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joe Hart. AP/Tim Hales

    Joe Hart. AP/Tim Hales

    TEMPO.CO, Bristol - Mantan penjaga gawang Manchester City, David James, yakin Joe Hart memang pantas untuk menjadi pemain nomor satu di bawah mistar gawang tim nasional Inggris. Bahkan, James yang kini bermain di Bristol City itu melihat Hart lebih baik dari penjaga gawang tim nasional Spanyol, Iker Casillas.

    Pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan lalu, Hart memang tidak menjadi pilihan utama Fabio Capello. James lah yang dipercaya menjaga mistar gawang The Three Lions. Namun, penampilan apik yang ditunjukkan Hart membuat James tersingkir dan kini Hart lah yang menggunakan jersey nomor satu di Inggris.

    James merasa pemain berusia 24 tahun itu memang pilihan yang tepat untuk menjadi suksesornya di Timnas Inggris. Apalagi Hart sudah cukup berpengalaman di level internasional, meski usianya masih cukup muda. Mantan pemain Birmingham City itu sudah 16 kali membela negaranya. Sama halnya seperti Casillas yang sudah membela Spanyol sejak berusia 19 tahun. Meski demikian, James punya penilaian sendiri.

    “Saya dapat melihat Joe adalah penjaga gawang nomor 1 Inggris, seperti halnya Iker Casillas. Perbedaannya adalah Joe lebih baik dari Casillas.”

    James sendiri mengenal dengan baik Hart. Ketika masih bermain untuk City medio 2004 hingga 2006, pemain berusia 41 tahun itu sempat bertemu Hart. Namun, ia mengaku lebih mengenal dengan baik ketika keduanya bersama di tim nasional.

    “Dia pemain yang bagus, saya suka dia. Secara fisik dan teknik, Joe lebih baik dari saya,” ujar dia. “Dia sangat kompetitif. Dia sudah bekerja bersama beberapa penjaga gawang di timnas, banyak dari mereka yang tidak kompetitif.”

    James sudah membela timnas Inggris sebanyak 53 kali, namun setelah pergelaran Piala Dunia lalu, dia sudah tak pernah diikutsertakan lagi oleh Capello.

    THE SUN | IRVAN SAPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.