Redknapp Tak Mau Sibuk Transfer di Januari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harry Redknapp. AP/Kirsty Wigglesworth

    Harry Redknapp. AP/Kirsty Wigglesworth

    TEMPO.CO, London- Pelatih Tottenham Hotspur, Harry Redknapp menegaskan, tak akan melakukan bisnis apa pun di bursa transfer Januari 2012 ini, kecuali pemain bintang benar-benar tersedia untuk dibawa ke White Hart Lane.

    Redknapp telah membawa Spurs melaju ke posisi ketiga klasemen sementara. Mereka juga dijagokan bisa menggoyang duopoli dari Manchester City dan Manchester United yang sejak awal musim tampil apik. Meski demikian Redknapp merasa tak butuh pemain tambahan agar bisa bersaing dengan duo Manchester. Ia menganggap The Lilywhites sudah cukup solid saat ini.

    “Sangat tidak mungkin bagi kami untuk melakukan bisnis apa pun pada jendela transfer kali ini,” kata Redknapp kepada Sunday Mirror. “Kecuali seseorang yang sangat spesial tersedia di bursa transfer, sesorang yang bisa meningkatkan tim.”

    Selain menepis kemungkinan untuk membeli pemain baru, Redknapp juga kembali menegaskan tak akan menjual pemain andalannya. Pelatih berusia 64 tahun itu enggan melepas Gareth Bale dan Luka Modric yang dalam beberapa bulan terakhir sering dihubung-hubungkan dengan klub lain.

    “Anda hanya mendengarkan omong kosong soal pemain ini dan pemain itu akan pergi. Maksud saya, tidak mungkin kami melemahkan skuad dengan menjual beberapa pemain terbaik kami,” ujar dia.

    Spurs sendiri tidak terlalu aktif dalam bursa transfer musim ini. Tidak seperti pada musim-musim sebelumnya, kali ini klub London Utara itu hanya membeli Scott Parker. Sementara Emmanuel Adebayor didatangkan dengan status pinjaman dari City. Selain itu Brad Friedel diboyong tanpa biaya.

    SKY SPORTS | IRVAN SAPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.