Tim Investigasi AFC Kunjungi Indonesia Pekan Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agum Gumelar. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Agum Gumelar. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim investigasi dari Federasi Sepak Bola Asia (AFC) akan datang ke Indonesia pekan ini untuk melihat secara langsung kondisi sepak bola Indonesia. "Kami rasa mereka akan menanyakan seputar klaim yang dilakukan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) atau KPSI. Kami akan menjawab itu," kata Ketua Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), Toni Apriliani, melalui sambungan telepon Tempo, Senin, 2 Januari 2012.

    Berkas hasil rapat akbar anggota PSSI pada pertengahan Desember tahun lalu, kata Toni, juga telah dikirimkan ke AFC. "Pekan lalu kami sudah kirim berkas ke AFC dan FIFA. Kedatangan tim investigasi itu juga atas permintaan kami," Toni menambahkan.

    Ia enggan menanggapi kemungkinan hasil investigasi tim AFC tidak menemukan pelanggaran oleh kepengurusan PSSI. "Kami tetap jalankan saja (KLB). Kami nanti laporkan balik kepada anggota karena mereka yang meminta KLB dan menyampaikan mosi tidak percaya kepada pengurus PSSI sekarang," ujar Toni.

    Menurut dia, KPSI juga akan tetap menggelar kongres tahunan pada 21 Januari 2012 di Bandung. "Detail KLB juga akan dibicarakan di sana," kata Toni.

    Meskipun mayoritas anggota PSSI yang tergabung dalam KPSI telah menyampaikan mosi tidak percaya kepada kepengurusan Djohar Arifin Husin, terang Toni, namun KPSI tidak akan memaksakan berkantor di kantor PSSI, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.

    "Kami siapkan sekretariat sendiri, tapi masih di kawasan GBK juga," kata Toni. Sebelumnya, Roberto Row, anggota KPSI dan mantan anggota Komite Eksekutif (Executive Committee/ Exco) PSSI, menyebut komite sementara akan berkantor di kantor PSSI, bersamaan dengan disampaikannya mosi tidak percaya anggota kepada pengurus PSSI.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.