Persija Tetap Tolak Rekonsiliasi PSSI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemain Persija Jakarta, melakukan ujicoba lapangan jelang pertandingan lanjutan Liga Prima Indonesia (LPI) di Stadion Manahan, Solo, Jumat (6/1). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Sejumlah pemain Persija Jakarta, melakukan ujicoba lapangan jelang pertandingan lanjutan Liga Prima Indonesia (LPI) di Stadion Manahan, Solo, Jumat (6/1). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski batas akhir jawaban para klub pembangkang untuk kembali ke Liga Prima Indonesia (LPI) akan jatuh pada 9 Januari 2012, klub Persija Jakarta yang saat ini memilih merumput di Liga Super Indonesia (LSI)--yang dinyatakan ilegal oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)--tetap menolak tawaran rekonsiliasi.

    "Tidaklah, bukan waktunya lagi untuk rekonsiliasi, kita tetap dengan keputusan di LSI," kata Ketua Umum Persija versi LSI, Ferry Paulus, di kantor Pengrov PSSI Jakarta, Jumat, 6 Januari 2012.

    Ferry mengatakan tidak ada jalan lagi untuk menyelesaikan dualisme liga di Indonesia selain melakukan restrukturisasi pengurus PSSI. "Jika ada resturkturisasi kepengurusan baru, tidak akan ada lagi dualisme. Sekarang bukan selesai, tapi diciptakan," katanya.

    Sebelumnya, pada 22 Desember lalu, FIFA dan AFC telah menyurati PSSI terkait dengan situasi kompetisi Indonesia. Dalam surat itu federasi sepak bola Asia dan internasional hanya mengakui Liga Prima Indonesia Sportindo sebagai penyelenggara resmi kompetisi Indonesia. Persija sendiri saat ini terbelah dua versi (Persija LPI dan Persija LSI).

    PSSI mulai mengerahkan tim rekonsiliasi untuk berkomunikasi dan menyerahkan surat kepada klub-klub pembangkang pada 26 Desember 2011 lalu. Klub-klub tersebut diberikan waktu selama dua pekan setelah menerima surat untuk kembali ke PSSI.

    ANGGA SUKMA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.