PSSI Tak Gentar Pelita Mengadu ke FIFA Soal Diego

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diego Michiels. TEMPO/Subekti

    Diego Michiels. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia mempersilakan Pelita Jaya membawa kasus Diego Michiels ke Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). PSSI berkukuh tidak menekan ataupun mengancam pemain naturalisasi itu untuk keluar dari Pelita dan hijrah ke Persija Indonesia Premier League (IPL).

    “Silakan saja (ke FIFA) agar tahu siapa yang benar dan yang salah. Tidak usah berdebat,” kata juru bicara PSSI, Eddie Elison, kepada Tempo saat ditemui di kantornya, Senin, 9 Januari 2012.

    Menurut Eddie, Diego telah menjelaskan kepada media bahwa ia memutuskan keluar dari klub berjuluk The Young Guns karena ingin bermain di tim nasional. “Kalau kemudian ke Persija, itu yang tahu Persija. Kami tidak tahu soal itu,” ujarnya.

    Diego tiba-tiba memutuskan mundur dari Pelita akhir tahun lalu. Manajer Pelita Lalu Mara Satria Wangsa menduga Diego mundur karena adanya ancaman, tekanan, dan desakan dari pengurus PSSI. Untuk itu, Pelita menunjuk pengacara internasional, Jean-Louis Dupont, untuk mengadukan persoalan Diego itu ke FIFA.

    Dupont, 46 tahun, merupakan mitra di kantor hukum Roca Junyent yang juga menangani Barcelona dan Real Madrid. Pengacara asal Belgia tersebut termasuk pengacara papan atas untuk kasus-kasus di bidang olahraga profesional. Salah satu kasus yang pernah ditanganinya berkaitan dengan aturan Bosman yang kini menjadi rujukan dalam aturan transfer pemain di dunia sepak bola.

    Dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, 3 Januari 2012, Diego mengatakan keputusannya untuk keluar dari Pelita Jaya karena kedatangannya ke Indonesia adalah untuk membela tim nasional. "Saya pulang dari Belanda ke Indonesia adalah untuk membela tim nasional, maka keputusan saya keluar dari Pelita Jaya," kata Diego.

    Di Indonesia, terjadi dualisme liga, yaitu Liga Prima Indonesia (LPI) yang direstui PSSI dan Liga Super Indonesia (LSI) yang dinyatakan ilegal.

    Terjadinya dualisme itu berimbas kepada para pemain yang membela tim nasional . Berdasarkan peraturan dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), PSSI menegaskan jika para pemain yang memilih merumput di LSI tidak bisa membela tim nasional. Sedangkan Pelita Jaya sendiri, yang belum genap satu tahun dibela oleh Diego, saat ini memilih untuk berlaga di LSI.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.