PSG Tawar Pato Rp 327 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pato. AP/Daniel Ochoa de Olza

    Pato. AP/Daniel Ochoa de Olza

    TEMPO.CO, Milan - Harian Italia, La Gazzetta dello Sport, edisi Rabu, 11 Januari 2012, mengklaim klub Prancis, Paris Saint-Germain, telah membuat tawaran untuk penyerang AC Milan, Alexandre Pato.

    Milan baru-baru ini menegaskan bahwa Pato akan tetap bertahan meski banyak beredar tentang retaknya hubungan striker asal Brasil itu dengan pelatih Massimiliano Allegri. Rossoneri, julukan Milan, menyatakan mereka tidak dihubungi lagi oleh PSG.

    PSG yang sekarang diarsiteki mantan pelatih Milan, Carlo Ancelotti, telah mengajukan tawaran sebesar 28 juta euro (Rp 327 miliar). Milan menganggap harga tersebut terlalu rendah untuk pemain berusia 22 tahun itu. Milan mematok harga Pato sebesar 40 juta euro (Rp 467 miliar).

    Milan mungkin tergoda untuk menerima tawaran tersebut. Pasalnya mereka membutuhkan dana untuk menggaet Carlos Tevez dari Manchester City. Milan sudah mencapai kesepakatan pribadi dengan penyerang asal Argentina tersebut, tapi City menolak opsi peminjaman yang ditawarkan pihak Milan.

    Banyak kalangan di Italia yang mempertanyakan niat Milan menjual Pato dan mendatangkan pemain kontroversial seperti Tevez. Milan saat ini diperkuat  beberapa pemain yang dulunya identik dengan kelakuan buruk, seperti Zlatan Ibrahimovic, Kevin-Prince Boateng, dan Antonio Cassano.

    “Jika saya dihadapkan pilihan antara Tevez dan Pato, saya akan memilih Pato. Dia masih muda dan memiliki banyak waktu untuk berkembang,” kata mantan bos Brescia Mario Baretta.

    Sejauh ini Pato baru bermain di sembilan pertandingan dan mencetak satu gol bagi Milan di Serie A Liga Italia. Secara keseluruhan hingga paruh musim 2011-2012 ini Pato baru memainkan 13 laga dan mencetak tiga gol.

    FOOTBALL ITALIA | ANTON WISHNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.