PSMS Calonkan Tiga Pengganti Djohar Arifin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin saat berkunjung ke Kantor Koran Tempo, Jakarta, Jumat (13/1). Dalam kunjungannya Johar mempresentasikan sejumlah agenda PSSI kedepan. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin saat berkunjung ke Kantor Koran Tempo, Jakarta, Jumat (13/1). Dalam kunjungannya Johar mempresentasikan sejumlah agenda PSSI kedepan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Medan -Usulan untuk mengganti Ketua Umum PSSI Djohar Arifin lewat kongres luar biasa (KLB) yang digagas Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) terus digulirkan. Manajeman PSMS Medan yang berlaga di Liga Super Indonesia sudah menyiapkan tiga nama menggantikan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.

    Ketiga calon dimaksud adalah Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo, dan bekas Menteri Pemuda Olahraga Adhyaksa Dault. Chief Eksekutif Officer PSMS Idris menyatakan, manajemen PSMS sepakat mendukung usulan KLB pada 6 Maret 2012 setelah sebelumnya bertemu Sekjen KPSI Hinca Panjaitan, Sabtu pekan lalu.

    Saat itu 32 klub sepakbola se-Sumatera Utara sepakat mendukung KLB. Pertemuan itu sekaligus mendapuk Idris SE sebagai koordinator 32 klub pendukung KLB. “Seluruhnya sudah dibicarakan termasuk usulan 32 klub dari Sumatera Utara yang mengusulkan tiga calon pengganti Djohar Arifin Husin. Ketiganya dicalonkan karena kami anggap layak memimpin organisasi besar sebesar PSSI, “ kata Idris kepada Tempo, Jumat, 13 Januari 2012.

    Meski bertekad mendukung KLB, Idris  berharap Djohar Arifin mau mengubah sikap dengan mengakui Liga Super sebagai liga yang sah sesuai statuta PSSI sebelum KLB digelar. Idris mengaku saat Djohar Arifin mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI, dialah yang menjadi ujung tombak pemenangan Djohar.

    ”Saya juga menggalang dukungan dari klub PSAP Sigli untuk Djohar selain dukungan PSMS.Tapi setelah Djohar duduk sebagai Ketua Umum, dia malah menabrak seluruh aturan PSSI yang tertuang dalam statuta termasuk jumlah klub yang berlaga di Liga Super,” ujar Idris.

    Komisaris PT Bintang Medan Metropolitan, Arif Bargot Siregar, pengelola PSMS yang berlaga di Liga Prima Indonesia (LPI) menilai upaya KLB yang di usulkan sejumlah klub termasuk PSMS versi Liga Super sengaja dilakukan untuk menghambat kemandirian klub peserta LPI. Menurut Bargot, PSMS yang mereka kelola termasuk hak komersilnya selama lima tahun diproyeksikan mandiri dari segi pembiayaan dalam tempo tiga tahun asalkan kompetisi berjalan normal.

    “Tapi kalau kompetisi ada dua dan PSSI terus diganggu itu namanya tidak normal . Maka klub akan kesulitan mencari sponsor untuk tambahan uang konsorsium yang disiapkan untuk klub. Saya fikir tujuan KLB itu untuk mengganggu pengurus PSSI saja,” kata Arif.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?