Boateng Cedera karena Kebanyakan Bercinta?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola AC Milan Kevin-Prince Boateng merayakan gol setelah berhasil membobol gawang Atalanta pada pertandingan Serie A di stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo, Italia (8/1). REUTERS/Stefano Rellandini

    Pesepakbola AC Milan Kevin-Prince Boateng merayakan gol setelah berhasil membobol gawang Atalanta pada pertandingan Serie A di stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo, Italia (8/1). REUTERS/Stefano Rellandini

    TEMPO.CO, Milan – Kekasih gelandang AC Milan, Kevin-Prince Boateng, percaya bahwa cedera yang belakangan sering menghajar pemain itu disebabkan oleh jumlah hubungan seks yang mereka lakukan.

    Senin lalu, I Rossoneri mengumumkan Boateng bakal absen selama sekitar sebulan lantaran cedera otot paha yang didapatnya dalam Derby della Madonnina sehari sebelumnya. Ini bukan pertama kalinya ia mengalami cedera musim ini.

    Karena itu, kekasih Boateng, Melissa Satta, yang juga seorang model, presenter TV, dan aktris, percaya bahwa rentannya kondisi fisik pemain asal Ghana itu disebabkan oleh kegiatan mereka berdua di kamar tidur.

    "Alasan kenapa ia (Kevin-Prince Boateng) selalau cedera adalah karena kami melakukan hubungan seks sebanyak tujuh hingga 10 kali dalam sepekan," kata wanita berusia 25 tahun itu kepada majalah Vanity Fair.

    "Saya tak suka pemanasan, saya ingin langsung ke intinya," ujar bekas pacar eks striker timnas Italia, Christian Vieri, itu. "Posisi favorit saya adalah di atas, sehingga saya bisa memegang kendali."

    Pihak Milan belum mengomentari pengakuan Satta, tapi yang pasti mereka bakal kehilangan Boateng dalam delapan pertandingan termasuk duel leg pertama 16 Besar Liga Champions kontra Arsenal pada 15 Februari.

    GOAL | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.