Persija Jakarta Bungkam Pelita Jaya 2-0

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Persija Jakarta Fabiano Beltrame (kiri), berebut bola dengan Safee Salli, pesepakbola Pelita Jaya FC pada pertandingan Liga Super Indonesia (LSI) 2011/2012 di Stadion Manahan Solo, Senin (23/1). Persija Jakarta berhasil mengalahkan Pelita Jaya FC dengan skor 2 - 0. TEMPO/Prasetyo

    Pesepakbola Persija Jakarta Fabiano Beltrame (kiri), berebut bola dengan Safee Salli, pesepakbola Pelita Jaya FC pada pertandingan Liga Super Indonesia (LSI) 2011/2012 di Stadion Manahan Solo, Senin (23/1). Persija Jakarta berhasil mengalahkan Pelita Jaya FC dengan skor 2 - 0. TEMPO/Prasetyo

    TEMPO.CO, Surakarta - Debut pelatih baru Pelita Jaya Karawang, Rahmad Darmawan, berakhir mengecewakan. Bertindak sebagai tuan rumah dalam partai kandang di Stadion Manahan Solo, tim yang diasuh mantan pelatih timnas U-23 itu harus mengakui keunggulan tim tamu, Persija Jakarta.

    Tim Macan Kemayoran berhasil mengalahkan tuan rumah Pelita Jaya 2-0 dalam laga Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin, 23 Januari 2012.

    Gol Persija dicetak oleh Fabiano Beltrame lewat sundulan kepala di menit ke-4 memanfaatkan umpan tendangan bebas Octavianus. Pada menit ke-56, Persija menggandakan keunggulan setelah umpan tendangan sudut Ismed Sofyan berhasil dimanfaatkan penyerang Pedro Javier.

    Pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan, mengaku sangat senang dengan pencapaian ini. Terlebih selama ini dia belum pernah mengalahkan tim yang dilatih Rahmad Darmawan. "Kemenangan ini hasil kerja keras para pemain," ujar Iwan kepada wartawan usai pertandingan, Senin, 23 Januari 2012.

    Menurut Iwan, Bambang Pamungkas dan kawan-kawan bermain disiplin untuk menghadapi Pelita Jaya yang banyak bermain dengan teknik. "Kalau kami tidak disiplin dan kerja keras, pasti kalah," ujarnya.

    Pelatih Pelita Jaya Rahmad Darmawan mengakui keunggulan tim lawan. Dia mengatakan, Persija bermain lebih pintar dan lebih sabar dalam melancarkan serangan. "Mereka juga bisa memaksimalkan bola mati. Terbukti kami kebobolan dua gol dari situasi bola mati," ujarnya.

    Sebenarnya situasi bola mati sudah diantisipasi Rahmad. Dia menyadari Persija punya beberapa pemain yang bagus dalam duel udara, seperti Bambang Pamungkas dan Precious. Persija juga punya eksekutor bola mati mumpuni seperti Octavianus dan Ismed Sofyan.

    "Pemain kami lengah dalam menjaga pemain Persija. Ini akan kami evaluasi," kata Rahmad. Meski kalah, dia tetap memuji kerja keras para pemainnya. Alasannya, pemain dari klub berjuluk The Young Guns itu berhasil mengkreasikan beberapa peluang emas, tapi belum bisa dikonversi menjadi gol.

    Seperti umpan matang Engelbert Sani di depan mulut gawang Persija yang dikawal Galih Sudaryono di menit ke-34, tapi gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Bajevski. Kemudian di menit ke-52, tendangan bebas Joko Sasongko tipis di atas mistar gawang Persija.

    "Saya puas dengan permainan tim," katanya, seraya menolak mengomentari absennya Greg Nwokolo yang terkena sanksi larangan bertanding karena akumulasi kartu kuning. Kedua tim bermain terbuka dan saling serang, yang menghasilkan beberapa peluang.

    Di antaranya tendangan Pedro di menit 21 yang masih bisa ditangkap kiper Pelita I Made Kadek Wardana. Kemudian tendangan Bambang pada menit ke-68 yang mengarah ke pojok kiri atas gawang Pelita, tapi berhasil diamankan kiper. Sementara peluang terbaik Pelita saat sundulan Safee Salli di menit ke-35 hanya menyamping di sisi kiri gawang Persija. Skor akhir, Persija unggul 2-0 atas tuan rumah Pelita Jaya.

    UKKY PRIMARTANTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.