Persipura Petik Tiga Poin Usai Bekuk Persiram 3-1

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jayapura - Persipura Jayapura kembali memetik tiga poin di kandang usai membekuk tamunya, Persiram Raja Ampat. Dalam laga derby, Persipura unggul dengan skor 3-1 atas Persiram pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011-2012 di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Selasa sore, 24 Januari 2012.

    Kekalahan Persiram membuat tim berjuluk Dewa Laut ini kian terpuruk di dasar klasemen sementara akibat belum sekali pun memetik kemenangan dalam beberapa laga yang telah dijalani. Sedangkan tim berjuluk Mutiara Hitam, Persipura, sementara naik ke puncak klasemen dengan nilai 20 menggusur Sriwijaya FC yang mengoleksi poin 19. Itu pun jika Sriwijaya FC kalah dari Persiwa Wamena, malam ini.

    Sejak babak pertama dimulai, Persipura langsung menyerang ke pertahanan Persiram. Tapi hasilnya belum maksimal. Apalagi mereka turun tanpa diperkuat gelandang lincahnya, Zah Rahan, akibat terakumulasi kartu. Alhasil mereka kurang maksimal mengobrak-abrik pertahanan Persiram yang dijaga ketat Kubai Q, Frans Sauyai, Sa’nun Ak Qadri, dan Steven Hendambo.

    Arus serangan yang dibangun Grald Pangkaly, Yustinus Pae, Ian Kabes, dan Ortizan Salossa kerap  kandas di lini tengah Persiram yang dijaga Gideon V. Way, Oktovianus Maniani, Benson, dan Tomoyuki Sakai. Bahkan ladang-kadang Persipura justru beberapa kali kewalahan menghadapi serangan balik Persiram yang dimotori Jeon Sun Hwa dan kelincahan Oktovianus Maniani yang kerap masuk membantu lini depan.

    Serangan Persipura mulai terlihat memberikan hasil setelah pemain belakang Persiram, Steven Hendambo, diusir wasit di menit ke-43. Sebab Steven menerima kartu kuning kedua yang disusul kartu merah akibat menjatuhkan pemain depan Persipura, Titus Bonay. Steven sebelumnya telah menerima kartu kuning pertama akibat menjatuhkan Yustinus Pae di menit ke-21.

    Tim berjuluk Dewa Laut ini pun terpaksa bermain dengan 10 pemain. Sementara Persipura terus menyerang. Di akhir babak pertama, tepatnya di menit ke-45, Boas Solossa mencetak gol setelah menerima bola umpan silang Yustinus Pae dari sisi kiri gawang Persiram yang dijaga Ari Kurniawan. Saat turun minum, Persipura unggul sementara 1-0 atas Persiram.

    Memasuki babak kedua, Boas justru ditarik digantikan Imanuel Padwa. Terlihat permainan Persipura sedikit berubah. Bahkan Persipura justru kebobolan melalui gol penalti yang dilakukan Oktovianus Maniani di menit ke-60. Skor 1-1 ini terjadi akibat pemain belakang Persipura, Bio Pauline Pierre, terbukti menjatuhkan Nehemia Solossa--kakak kandung Boas dan adik kandung Ortisan--di menit ke-58.

    Skor imbang 1-1 ini membuat para pemain Persipura kembali melancarkan serangannya ke pertahanan Persiram. Hasilnya, di menit ke-71, pemain depan Persipura, Albeto Goncalves, menciptakan gol dengan sundulan setelah menerima bola melalui tendangan bebas dari kaki Gerald Pangkaly di luar kotak penalti. Tendangan bebas ini diberikan wasit setelah sebelumnya Gerald dijatuhkan pemain tengah Persiram, Tomoyuki Sakai, di menit ke-70.

    Skor 2-1 dari Alberto ini bertahan hingga pemain tengah Persipura, Ian Louis Kabes, kembali menambah jumlah gol bagi Persipura menjadi 3-1. Penambahan skor jadi 3-1 ini terjadi di menit ke-88 setelah Ian meneruskan umpan silang Alberto. Skor 3-1 ini bertahan hingga Wasit Novari Iksan meniup pluitnya tanda laga telah selesai.

    Kemenangan Persipura dengan skor 3-1 atas tamunya Persiram ini menjadi modal penting Persipura saat melakoni laga berikutnya menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, 28 Januari 2012 mendatang. “Walau menang lawan Persiram, kami masih akan evaluasi kembali tim untuk hadapi Sriwijaya FC nanti,” kata Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago, usai laga, Selasa malam, 24 Januari 2012.

    Menurut Jacksen, penampilan timnya tetap terpengaruh absennya pilar utama di lini tengah, Zah Rahan Krangar. “Dampaknya cukup besar. Tak ada yang menyuplai bola dari lini tengah. Tapi kami tetap bersyukur bisa raih hasil maksimal dalam laga derby tim asal Papua ini,” katanya.

    Jacksen juga memberikan apresiasi kepada pemain muda Persipura, seperti David Laly dan Lukas Mandowen, yang diturunkan di babak kedua untuk mengimbangi ketidakhadiran Zah Rahan Krangar. “Ada hal positif dalam laga ini. Pemain muda ini beri manfaat pada tim. Bisa dikatakan, kemenangan ini tak lepas dari mereka. Lukas bisa pecah kosenterasi pemain lawan dan David bisa selesaikan bola-bola panjang,” katanya.

    Dalam laga ini pelatih Persiram Raja Ampat, Bambang Nurdiansyah, mengakui kehebatan Persipura. “Kami hanya berusaha mengimbangi permainan Persipura. Pemain kami sudah berusaha, tapi itulah hasil yang dicapai. Tapi yang pasti pemain kami mengalami grafik peningkatan,” katanya seusai laga.

    Bambang juga mengakui materi yang dimiliki timnya saat ini merupakan materi tim Divisi Utama. “Selain itu persiapan tim untuk kompetisi ISL musim 2011-2012 sangat mepet. Kami hanya punya waktu 10 hari untuk mempersiapkan tim sebelum ikut kompetisi ISL ini,” katanya.

    CUNDING LEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.