Wenger Sorot Aturan Peminjaman Pemain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Tim Hales

    AP Photo/Tim Hales

    TEMPO.CO, London - Pelatih Arsenal, Arsene Wenger dikenal sebagai pelatih yang vokal dalam memprotes kebijakan di Liga Primer Inggris. Setelah sempat mengkritik jadwal padat, kini Wenger mulai menyorot soal peminjaman pemain.

    Wenger menilai pemain pinjaman seharusnya tetap bisa dimainkan saat berhadap dengan klub pemilik. Hal itu dikatakan Wenger terkait absennya Emmanuel Adebayor kala Tottenham Hotspur dikalahkan Manchester City 2-3 pada akhir pekan lalu. Padahal Adebayor pemain kunci Spurs dengan torehan sembilan golnya sejauh ini.

    Alhasil Spurs sendiri yang dirugikan karena tidak bisa menggunakan Adebayor disaat berhadapan dengan rivalnya. “Saya pribadi tidak akan melarang pemain pinjaman melawan klub pemiliknya,” kata Wenger seperti dikutip soccerway.

    Berangkat dari kasus Adebayor tersebut, Wenger pun menyarankan perubahan pada aturan peminjaman pemain. “Apa yang ingin saya lihat di Liga Primer Inggris adalah Anda tidak diperbolehkan meminjam pemain yang berusia di atas 21 tahun,”  ujar pelatih asal Perancis itu.

    Pernyataan Wenger itu terbilang kontradiktif. Pasalnya Wenger sendiri juga meminjam Yossi Benayoun dari Chelsea yang notabane berusia 32 tahun.

    Wenger berkilah bahwa saat itu kondisinya sudah sangat mepet karena banyaknya pemain tengah yang cedera dan bursa transfer hampir ditutup. “Pada saat itu hal yang terpenting adalah hanya menggaetnya,” kata pelatih berusia 62 tahun tersebut.

    SOCCERWAY | IRVAN SAPUTRA

    Berita terpopuler:
    Meski Tersingkir, Para Punggawa Madrid Puas

    Imbang Lawan Madrid, Barca Lolos

    Bek Barcelona Sanjung Perjuangan Real Madrid

    Lawan Bahrain, PSSI Coret Stefano Lilipaly

    Casillas Akui Sengaja Mencela Wasit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.