Sigli Buru Kemenangan Perdana di Malang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PSAP Sigli Arifin Gununi menyundul bola. TEMPO/Prima Mulia

    Pemain PSAP Sigli Arifin Gununi menyundul bola. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Malang - PSAP Sigli bertekad meninggalkan zona degradasi Liga Super Indonesia (LSI) 2011-2012 dengan memenangi pertandingan kedelapan atas tuan rumah Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Sabtu, 28 Januari 2012.

    Manajer PSAP Nazaruddin Hasan mengaku semua lawan di LSI tangguh dan jauh berpengalaman. Sedangkan tampil di LSI merupakan pengalaman pertama bagi klub yang berdiri pada 1 Januari 1970 itu. PSAP belum pernah menang dari tujuh laga. Laskar Aneuk Nanggroe kini menempati peringkat ke-17 dari 18 peserta LSI dengan bekal dua poin dari dua kali seri. Di bawah Sigli ada Persiram Raja Ampat. Sedangkan Arema satu strip di atas PSAP.

    “Di LSI kami tak menargetkan beban yang tinggi kepada anak-anak karena tim lain jor-joran kontrak pemain mahal, kami gunakan putra daerah dengan komposisi 80 persen. Sebenarnya skuad kami pun disiapkan manajemen untuk divisi utama tapi kemudian kami dapat jatah ke LSI setelah lolos 8 besar Divisi Utama. Kami main di LSI sebagai pengganti Semen Padang,” kata Nazaruddin.

    Nazaruddin memastikan harus menang merupakan satu-satunya cara agar keluar dari zona degradasi alias tetap bertahan di LSI. Tim asuhan Arman itu bertekad meraih kemenangan perdana di Malang dan minimal bisa meraih hasil seri.

    “Kami tahu diri sebagai debutan di LSI. Kami tahu Arema tim hebat, tapi kami tetap ingin menampilkan kemampuan terbaik agar menang dan bertahan di LSI,” kata Nazaruddin menjawab pertanyaan Tempo dalam jumpa pers di kantor Arema LSI, Jumat, 27 Januari 2012.

    Sebanyak 18 pemain Sigli dibawa ke Malang. Tanpa bermaksud merendahkan pemain lokal, menurut Hasan, PSAP sangat mengandalkan lima pemain impor untuk mengobrak-abrik pertahanan Singo Edan. Sigli punya duo Korea Selatan, Lee Soung Young dan Wook Jin You, ditambah duo Afrika Selatan, Sthembiso Ntombela dan Mfundo Cecil Mathosi, dan penyerang asal Mali, Sekou Camara.

    Dari 18 pemain yang dibawa ke Malang, hanya bek kiri Sukman Suaib yang absen karena kena akumulasi kartu kuning saat Sigli dikalahkan tuan rumah Persela Lamongan 0-2 pada Minggu, 22 Januari. “Sedangkan pemai lainnya dalam kondisi fisik yang fit untuk memenangkan pertandingan besok sore,” Hasan menegaskan.

    Kubu Arema pun optimistis mampu memenangi laga kesembilan besok. Dari delapan laga sebelumnya, Arema membukukan hasil lima kali kalah, dua kali seri, dan sekali menang, dengan total nilai 5. Kemenangan pertama diraih Arema di Stadion Kanjuruhan dengan mengandaskan PSMS Medan 2-1 pada Minggu, 22 Januari.

    “Kami bertekad mempertahankan kemenangan pertama dan kini kami optimistis dapat meraih poin maksimal kedua besok sore,” kata Getuk seusai memimpin latihan di Stadion Gajayana.

    Getuk menegaskan kepada seluruh pemain untuk tak meremehkan PSAP. Walau tim debutan di LSI, PSAP menunjukkan kinerja yang lumayan dan sangat patut diwaspadai. Sigli mampu meraih hasil seri di dua kandang lawan. Pada Minggu, 4 Desember 2011, Sigli mampu mengimbangi tuan rumah Persiram 1-1. Sigli pun tampil mengejutkan di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (5/1), dengan berbagi angka 1-1 dengan tuan rumah Persib Bandung.

    “Padahal, Persib merupakan tim unggulan dan favorit juara. Bisa mengimbangi Persib merupakan bukti ketangguhan PSAP dan kami harus mewaspadai mereka. Apalagi juga termotivasi memburu kemenangan pertama di sini,” kata Getuk.

    Seluruh pemain Sigli diwaspadai dengan perhatian khusus kepada seluruh pemain asing mereka, terutama Camara dan Jin You. Mereka pekerja keras dengan kemampuan yang prima. Sundulan Camara sangat berbahaya. Sedangkan Jin You sangat lincah dan jago mengecoh barisan belakang lawan.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.