Penantian Maxi Lopez demi AC Milan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maxi Lopez. AP/Francesco Pecoraro

    Maxi Lopez. AP/Francesco Pecoraro

    TEMPO.CO, Milan - Maxi Lopez nampaknya tahu betul bahwa peluang bermain di tim besar seperti AC Milan tidak akan sering datang. Hal itu pula yang membuat Lopez bersabar menunggu keputusan Milan untuk menggaetnya atau membawa rekan senegaranya, Carlos Tevez.

    Lopez sudah menginap di hotel daerah Milan sejak Senin, 23 Januari 2012 waktu setempat. Pihak empunya Lopez, Catania pun sudah mengungkapkan bahwa kesepakatan transfer pemain asal Argentina itu sudah beres. Namun Milan masih mencoba peruntungannya dengan kembali merayu Manchester City agar mau melepas Tevez.

    Hal itu menandakan transfer Lopez ke Milan tergantung pada gagal atau suksesnya Rossoneri—julukan Milan—mendatangkan Tevez. Meski hanya dijadikan ban serep dari saga transfer ini toh Lopez tidak begitu kecewa, ia masih tetap menantikan kepastian kepindahannya ke San Siro. “Kami semakin dekat daripada sebelumnya, tapi kami masih harus menunggu,” kata Lopez.

    Pemain berusia 27 tahun itu juga sudah terlihat di bangku VIP San Siro saat menyaksikan laga perempatfinal Coppa Italia antara Milan melawan Lazio, Jumat dinihari 27 Januari 2012.

    Demi melancarkan transfer Lopez, pihak Catania sampai menolak tawaran klub asal Inggris Fulham. Padahal klub asal Kota London itu menawarkan dana segar sebesar sembilan juta euro (Rp 106 miliar), sementara Milan hanya meminjam dengan opsi pembelian permanen yang tak disebutkan besarannya.

    “Kami sudah mempertimbangkan Maxi Lopez sebagai pemain Milan, karena dia sudah hampir seminggu disana,” ujar direktur olahraga Catania, Pietro Lo Monaco.

    Kepastian transfer akan ditentukan oleh wakil presiden Milan, Adriano Galliano besok.

    FOOTBALL-ITALIA | IRVAN SAPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.