Roberto Carlos Ingin Gantung Sepatu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Ibrahim Usta

    AP/Ibrahim Usta

    TEMPO.CO, Madrid - Bek kiri Brasil, Roberto Carlos, menyatakan akan gantung sepatu pada akhir 2012. Namun demikian, ia tetap ingin terlibat di belakang klub peserta Liga Primer Rusia, Anzhi Makhachkala.

    Punggawa Brasil yang ikut merebut tropi Piala Dunia 2002 pada April ini kini berusia 39 tahun. Ia tetap bermain untuk tim kaya asal kawasan Kaukasus Utara sejak Februari lalu. Selain bermain, Carlos juga bergabung dengan manajemen klub sembari menunggu masa kontraknya sebagai pemain selesai.

    "Kontrak saya bersama Anzhi selesai pada Juni 2013. Tetapi pada Desember nanti saya berhenti bermain bola," katanya kepada harian olahraga Spanyol Marca, Senin, 30 Januari 2012.

    "Setelah itu, saya akan mengajukan diri sebagai asisten kepada Presiden Suleiman Kerimov sebab saya memiliki kontrak hidup dengan beliau. Beliau pernah meminta saya membantu menciptakan struktur organisasi klub hingga 10 tahun ke depan."

    Ketika dimintai konfirmasinya mengenai kabar berhenti bermain bola pada Desember mendatang, ia menjawab, "Ya benar. Saat itu momen saya menggantung sepatu."

    "Saya telah bermain sepak bola selama bertahun-tahun dan saya tidak berpikir tubuh bahwa saya sanggup berdiri sebanyak aktivitas fisik antara lain melakukan perjalanan dan menikmati fasilitas hotel. Saya menjadi pemain profesional selama 17 tahun, namun telah bermain sepak bola selama 22 tahun. Ini tahun terakhir saya (bermain)."

    "Saya berhenti bermain bukan karena cedera melainkan karena karier sepak bolah saya telah komplet. Saya pernah bermain untuk Palmeiras, Real Madrid, dan Inter Milan. Saya memiliki banyak pengalaman sebagai seorang pemain. Sekarang, saya ingin istirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga."

    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.