Peni Segera Gelar KLB PSSI Jawa Timur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Malang Peni Suparto. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Walikota Malang Peni Suparto. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Malang - Pelaksana Tugas Ketua Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur, Peni Suparto, menyatakan segera menggelar musyawarah daerah luar biasa PSSI Jawa Timur paling cepat akhir Maret atau sebelum 22 Juli 2012.

    “Saya tadi ditelepon orang PSSI. Saya diminta untuk segera kerja menyiapkan pelaksanaan Musdalub dalam rangka membentuk kepengurusan baru agar tak terjadi kekosongan jabatan yang dapat menghambat kemajuan sepak bola Jawa Timur,” kata Peni kepada wartawan di Balai Kota Malang, Senin, 30 Januari 2012.

    Saat ini, Wali Kota Malang itu sedang menyiapkan kantor sementara PSSI Jawa Timur di kompleks Stadion Gajayana. Pemindahan kantor dari Surabaya ke Malang semata-mata ditujukan untuk efektivitas kerja. Peni merasa sangat kerepotan dan tak bisa bekerja efektif jika harus bolak-balik Malang-Surabaya-Malang.

    Ketua PDI Perjuangan Kota Malang itu mengaku sudah memberitahu semua pengurus cabang PSSI di Jawa Timur mengenai jabatan Pelaksana Tugas yang diamanatkan PSSI pusat kepadanya lewat Surat Keputusan PSSI Nomor: Skep/09/JAH/I/2012 tanggal 24 Januari 2012. Mayoritas pengurus cabang mendukung dirinya.

    Dukungan itu, kata Peni, dibuktikan dengan kunjungan langsung beberapa pengurus cabang ke Malang, juga dukungan lewat telepon. Pemberi dukungan antara lain Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Kediri, Trenggalek, Tulungagung, dan Nganjuk.

    Semua pengurus cabang diundang menghadiri Musdalub. Namun, Peni memastikan hanya klub-klub peserta kompetisi resmi di bawah PSSI dan PT Liga Prima Indonesia Sportindo yang diundang. PSSI merupakan induk sepak bola nasional yang diakui resmi oleh otoritas sepak bola dunia, yaitu FIFA.

    PSSI menaungi langsung kompetisi Divisi I sampai Divisi III—Divisi IV belum bergulir. Sedangkan PT Liga Prima Indonesia Sportindo dipercaya PSSI sebagai operator kompetisi profesional Indonesian Primier League (IPL) atau Liga Prima Indonesia dan Divisi Utama.

    “Di daerah ada yang memiliki dua klub; ada yang berkompetisi di IPLdan ada yang ikut kompetisi di ISL (Indonesian Super League) di bawah PT Liga Indonesia. Kita semua tahu bahwa yang resmi adalah klub-klub yang di bawah PSSI dan IPL. Ya, klub yang resmi ini yang akan diundang ke Musdalub nanti. Yang di luar itu tak diundang. Kalau mereka mau mengadakan Musdalub sendiri, monggo.”

    Ia tak memedulikan beredarnya pesan pendek tentang larangan bagi seluruh pengurus cabang PSSI di Jawa Timur untuk menghadiri Musdalub yang digagas Peni. Memedulikan pesan pendek semacam itu hanya menghabiskan energi dan buang-buang waktu saja.

    Saat ini ia berkonsentri menyiapkan kantor sementara PSSI Jawa Timur di kompleks Stadion Gajayana. Pemindahan kantor dari Surabaya ke Malang semata-mata ditujukan untuk efektivitas kerja. Peni merasa sangat kerepotan dan tak bisa bekerja efektif jika harus bolak-balik Malang-Surabaya-Malang.

    Peni mengupayakan pertemuan dengan pengurus-pengurus cabang dilakukan dalam pekan ini. Pertemuan untuk mematangkan persiapan Musdalub agar Musdalub tetap waktu dilaksanakan.

    Ia pun tak peduli jika dirinya disebut Pelaksana Tugas ilegal. Menurutnya, sebutan ilegal sengaja dikemukakan oleh orang-orang yang sudah tak diakui lagi oleh PSSI. Sebaliknya, ia menegaskan kepengurusan PSSI Jawa Timur sudah kosong setelah dibekukan PSSI pusat.

    Selain itu Peni pun menegaskan kongres luar biasa yang akan dilaksanakan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) takkan terlaksana. KPSI hanya menggertak.

    ABDI PURMONO

    Berita Terkait
    PSSI Bekukan Kepengurusan Empat Provinsi
    Djohar: Masyarakat Sudah Bosan dengan Konflik PSSI
    Djohar Klaim Pembekuan Pengurus PSSI Sesuai Statuta 
    Pengadilan Panggil PSSI dan PT Liga Indonesia 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.