Kata Arteta, Arsene Wenger Ahli Psikologi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arsene Wenger. AP/Thanassis Stavrakis

    Arsene Wenger. AP/Thanassis Stavrakis

    TEMPO.CO, London - Gelandang Arsenal, Mikel Arteta, percaya terhadap kemampuan yang dimiliki pelatihnya, Arsene Wenger. Arteta yakin Wenger mampu mengeluarkan segala kemampuan yang dimiliki anak asuhnya.

    “Wenger adalah ahli psikologi,” puji Arteta. “Dia juga selalu memberi tahu kepada kami kunci untuk meningkatkan level permainan. Dia menyatakan bahwa tim ini dapat melakukan banyak hal ketika berada di lapangan.“

    The Professor, begitu sapaan akrab Wenger, sudah melatih Arsenal selama 16 musim. Ia bergabung dengan klub asal London Utara itu di tahun 1996 dari Nagoya Grampus Eight. Selama melatih The Gunners–-sebutan Arsenal--pelatih berusia 62 tahun ini sudah menyumbangkan 11 gelar.

    Menurut Arteta, Wenger adalah sosok yang sangat penting buat Arsenal. “Saya telah melihatnya sejak hari pertama di klub ini,” ungkap pemain asal Spanyol ini. “Para pemain sangat kompak di bawah kepemimpinan Bos.”

    Arteta juga berharap klubnya mampu meningkatkan performa permainan guna memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen. Pasalnya, menelan kekalahan hanya akan memperburuk posisi tim. “Tapi moral kami tak akan rusak,” ucapnya. “Dan kami masih dapat terus berkembang.

    Arsenal kini berada di peringkat keenam Liga Primer Inggris. Robin van Persie dan kawan-kawan telah mengoleksi 36 poin dari 22 pertandingan. Namun, peluang mereka untuk menjadi kampiun Liga Inggris 2011/2012 ini sangat tipis karena mereka tertinggal 18 poin dari sang pemuncak klasemen, Manchester City.

    TRIBAL FOOTBALL | SINGGIH SOARES

    Berita Terpopuler
    Peni Segera Gelar KLB PSSI Jawa Timur
    Diturunkan, Ketua PSSI Nganjuk Nyaris Adu Jotos
    Real Madrid, Raja ‘Comeback’


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.