Tak Punya Uang, Tottenham Gagal Boyong Krasic

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Milos Krasic. AP/Antonio Calanni

    Milos Krasic. AP/Antonio Calanni

    TEMPO.CO, London - Dunia sepak bola modern tidak dapat dilepaskan dari  kekuatan finansial. Klub manapun butuh uang untuk membeli atau meminjam pemain bermutu. Karena masalah uang, Tottenham Hotspur gagal meminjam Milos Krasic dari Juventus.

    Spurs sempat bernegosiasi dengan pihak Juve hingga jendela transfer musim dingin akan ditutup pekan ini. Namun hingga kini, kedua pihak tidak menemukan kata sepakat soal harga pemain tim nasional Serbia itu. Pasalnya, Krasic lebih menginginkan dibeli secara permanen ketimbang sebagai pinjaman. Namun pihak Spurs tak memiliki dana untuk memenuhi keinginan Krasic.

    “Saya ingin meminjam dia pada bursa transfer tahun ini. Tapi, ia tidak ingin bergabung karena menginginkan kontrak permanen. Tapi kami tidak memiliki uang untuk memenuhi  itu,” ungkap Harry Redknapp, pelatih Spurs. “Sebenarnya saya tertarik membeli dia sejak tahun lalu, tapi dia memiliki harga yang mahal. Dia dihargai sebesar 15 juta pounds.”

    Spurs tertarik mendatangkan Krasic karena melihat gaya permainannya yang dinilai cocok dengan Gareth Bale dan Aaron Lennon. Kehadiran Krassic juga bisa  menutup lubang yang ditinggalkan Steven Pienaar, yang dipinjamkan The Lilywhites – sebutan Tottenham – ke Everton.

    Hasrat Spurs terhadap Krasic bukannya tanpa sebab. Pasalnya, di musim 2011/2012, Krasic kalah bersaing dengan para gelandang Juve lainnya, seperti Arturo Vidal, Andrea Pirlo, dan Claudio Marchisio. Sehingga, bekas pemain CSKA Moskow itu baru bermain sembilan kali di Juventus  musim ini.

    SOCCERWAY | SINGGIH SOARES

    Berita Terpopuler:
    Nurdin Halid Bicara Lagi Soal Kisruh PSSI dan Liga Primer
    City Takluk karena Bekas Pemain MU
    Peni Anggap Pemecatan Dirinya Ilegal

    AC Milan Pinjam Gelandang Internazionale Milan

    Dua Pinalti Bikin MU Tempel Lagi City


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.