Milan Selalu Kalah dari Tim Papan Atas Italia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • football-news.org.uk

    football-news.org.uk

    TEMPO.CO, Roma - Ada catatan unik yang dimiliki AC Milan di Seri A Liga Italia musim 2011/2012. Milan tercatat telah menelan empat kekalahan dari klub besar, seperti Napoli, Juventus, Internazionale Milan, dan Lazio. Namun, bagi Massimiliano Allegri, itu hanyalah soal statistik.

    “Sayangnya itu adalah statistik,” ucap Allegri, sang pelatih Milan. “Jadi, kita harus meningkatkan mentalitas ketika saat bertanding dengan klub-klub papan atas.”

    Milan menerima kekalahan pertama di musim ini saat bertandang ke San Paolo, kandang Napoli, pada 19 September 2011. Pada laga itu, Zlatan Ibrahimovic harus menyerah 1-3 dari sang tuan rumah. Gol Il Diavolo-–julukan Milan--dicetak Alberto Aquilani pada menit ke-12. Sedangkan tiga gol Napoli disumbangkan Edison Cavani (13’, 36’, dan 51’).

    Kekalahan tandang kedua didapatkan Milan ketika melawat ke markas Juve, Juventus Arena, 11 Oktober tahun lalu. Juara tujuh kali Liga Champions itu takluk 0-2 dari tim besutan Antoni Conte itu. Gol-gol Juve di laga tersebut dilesakkan Claudio Marchisio pada menit ke-87 dan 90.

    Il Diavolo terpaksa kembali kalah untuk ketiga kalinya musim ini dari Inter pada 15 Januari 2012. Namun, kekalahan kali ini lebih menyakitkan karena Milan selaku tuan rumah kalah tipis 0-1 dari sang rival. Gol semata wayang La Beneamata–-sebutan Inter-–ditorehkan oleh Diego Milito di menit ke-54.

    Kekalahan terbaru Milan didapat di pekan ke-21 dari SS Lazio, Kamis, 2 Februari 2012. Juara bertahan Seri A itu takluk 0-2 dari klub ibu kota Italia. Dua gol Lazio dikemas Hernanes dan sang kapten, Thomas Rocchi.

    Namun, kata Allegri, empat kekalahan tersebut bukan berarti bahwa timnya kurang bekerja keras. “Tapi, kami memiliki sikap dan mental yang berbeda dibandingkan dengan laga-laga lainnya.”

    FOOTBALL ITALIA | SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.