Park Ji-Sung: Manchester United Punya Mental Juara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Park Ji Sung. REUTERS/Darren Staples

    Park Ji Sung. REUTERS/Darren Staples

    TEMPO.CO, London - Pemain tengah Manchester United Park Ji-Sung mengklaim timnya memiliki mental juara meski tekanan yang dialami United sangat besar.

    Pemain asal Korea Selatan itu mengakui Manchester United mengalami tekanan besar pada musim ini. United tertinggal dari Manchester City yang berada di posisi satu dan sudah pasti para pendukung United tidak ingin saingan sekotanya itu keluar sebagai juara Liga Premier Inggris.

    "Mungkin kami belum mencetak banyak gol dan memiliki dampak besar kepada para pendukung. Harapan mereka memang sangat tinggi. Mungkin juga karena kami terlempar dari ajang Liga Champions dan Piala FA,” kata Park. “Tapi kami menunjukkan kekuatan kami di lapangan. Kami masih bermain dengan bagus dan masih berpeluang memenangi gelar.”

    Park mengatakan mereka memiliki mental juara untuk mencapai posisi puncak klasemen liga di akhir musim nanti. Ia menambahkan dengan kembalinya para pemain yang cedera mampu menambah kekuatan mereka dalam perburuan gelar juara Liga Premier Inggris.

    “Setiap pemain di sini memiliki mentalitas yang sangat bagus. Ketika kami mampu kembali memainkan pemain yang sudah pulih dari cedera, mereka dapat membantu kami untuk berjuang memenangi liga,” ujar Park. “Musim lalu kami juga tertimpa masalah cedera, tapi kami mampu bekerja dengan baik dan menjadi juara. Ini menunjukkan betapa kuatnya skuad United. Kami mampu mengatasi masalah seperti itu."

    The Red Devils--julukan United--harus memenangi pertandingan melawan Chelsea hari Minggu, 5 Februari, jika tak ingin tertinggal lagi dari City. Pasalnya City berhasil meraih angka penuh saat menjamu Fulham hari Minggu dini hari, 5 Februari 2012.

    TRIBALLFOOTBALL | ANTON WISHNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.