Akhirnya Persija Ciptakan Sejarah Lawan Persipura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapten Persija Jakarta Bambang Pamungkas bersama pelatih Persija Iwan Setyawan menjelaskan perihal kekalahan timnya usai ditundukkan Persiwa Wamena dengan skor 1-2 di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Jumat (3/2). TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Kapten Persija Jakarta Bambang Pamungkas bersama pelatih Persija Iwan Setyawan menjelaskan perihal kekalahan timnya usai ditundukkan Persiwa Wamena dengan skor 1-2 di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Jumat (3/2). TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Wajah sumringah tergambar di raut Pelatih Persija Jakarta Iwan Setyawan usai tim Macan Kemayoran berhasil unggul tipis dengan skor 1-0 atas Tim Mutiara Hitam Persipura Jayapura dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa, 7 Februari 2012.

    “Akhirnya kami berhasil menciptakan sejarah baru dan memecahkan rekor setelah tujuh tahun!” kata Iwan usai pertandingan. Rasa senang Iwan itu cukup beralasan. Pasalnya selama tujuh tahun terakhir Persija tercatat memiliki sejumlah kenangan tak begitu baik ketika laga melawan Persipura.

    Hasil laga kedua tim itu tak pernah memuaskan bagi Persija. Tercatat sejak Liga Indonesia pada 2005-2006, Persipura terus membuat Macan Kemayoran seperti kehilangan taring di atas rumput stadion mana pun.

    Persija mentok hanya mampu menahan imbang tim Persipura sebanyak dua kali dari sedikitnya delapan pertandingan terakhir yang dijalani. Mimpi buruk itu memuncak saat di Liga Super Indonesia 2008-2009, Macan Kemayoran digilas dengan skor 0-6 oleh Persipura.

    Namun, di Yogyakarta ini akhirnya Persija berhasil memimpin akibat gol semata wayang yang dibuat sang kapten Bambang Pamungkas (Bepe) di menit terakhir turun minum babak pertama. Gol itu tercipta dari bola mati yang dieksekusi Bepe di titik penalti setelah pemain Persipura Bio Pierre dinyatakan menyentuh bola di kotak penalti oleh wasit Hadi Suroso.

    “Ini kerja keras pemain dan tim. Tapi tentu saja kemenangan kami ini juga karena ada keberuntungan di pihak kami,” kata dia. Menurut Iwan, Persipura adalah tim hebat sehingga cukup sulit menghadapi anak asuh Jacksen F. Tiago itu.

    Terlebih para pemain Persija sebelumnya sempat jatuh mentalnya saat dilibas dua kali dalam pertandingan berturut-turut melawan Persib Bandung dan Persiwa Wamena sebelum akhirnya bertemu Titus Bonay dkk.

    “Saya juga sangat salut kepada Andrytani (kiper Persija) dengan kegigihan dan kemampuannya menjaga serangan musuh,” kata dia. Di mata Iwan, Andry dinilai lolos ujian sebagai pemain muda berbakat karena berhasil membendung serangan tim sekelas Persipura yang langganan juara.

    Sementara itu, Bepe mengatakan kemenangan ini semakin membuktikan bahwa Persipura tim yang lebih baik daripada Persija.

    "Tapi dalam sepak bola, tim dengan lebih banyak gol lah yang jadi pemenang," kata Bepe. Bepe mengatakan timnya tidak lantas puas dengan kemenangan ini karena masih banyak pertandingan yang mesti dijalani.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.