PSSI Bahas Dualisme Liga Hari Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin saat berkunjung ke Kantor Koran Tempo, Jakarta, Jumat (13/1). Dalam kunjungannya Johar mempresentasikan sejumlah agenda PSSI kedepan. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin saat berkunjung ke Kantor Koran Tempo, Jakarta, Jumat (13/1). Dalam kunjungannya Johar mempresentasikan sejumlah agenda PSSI kedepan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan membahas permintaan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng agar PSSI mengakui Liga Super Indonesia sebagai kompetisi resmi dalam rapat komite eksekutif mereka hari ini.

    "Kami juga maunya rekonsiliasi, inginnya semua berkumpul lagi, akan kami bahas dalam rapat exco (komite eksekutif) besok (hari ini)," kata Sekretaris Jenderal PSSI Tri Goestoro di kantornya dalam komplek Gelanggang Olahraga Bung Karno Rabu 8 Februari 2012.

    Andi, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat pada Selasa malam lalu, meminta PSSI mengakui Liga Super sebagai liga resmi seperti Liga Primer Indonesia. Ia mengatakan bahwa kedua liga itu bisa berjalan bersama dalam satu wadah PSSI.

    “Jalankan saja dua-duanya liga itu, nanti diadukan di akhir tahun dan kita tahu mana yang terbaik. Dengan begitu, tidak ada diskriminasi, semua bisa membela timnas,” kata Andi.

    Juru bicara PSSI, Eddi Elison, mengatakan PSSI telah berulang kali mencoba merangkul klub-klub Liga Super, tapi selalu ditolak. Eddi mempertanyakan langkah Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman mempertemukan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin dan wakilnya, Farid Rahman, dengan mantan Wakil Ketua Umum PSSI periode sebelumnya, Nirwan Bakrie. "Seharusnya dengan pihak-pihak yang terkait, dong," katanya.

    Andi mengatakan pemerintah hingga saat ini masih menunggu upaya rekonsiliasi yang dilakukan oleh KONI. Andi berharap para pihak terkait membuka upaya rekonsiliasi tersebut dan memilih untuk menggunakan jalur arbitrase olahraga ketimbang adu kekuatan dengan menggelar Kongres Luar Biasa. "Kita tidak mau terjebak untuk mengurusi pengurusnya, tapi sepak bolanya tidak. Kita tunggu upaya dari KONI," ujarnya.

    Adapun anggota Komisi X, Zulfadli, dalam rapat Selasa lalu mengatakan KONI juga perlu mempertemukan pengusaha Arifin Panigoro dengan pihak lain dalam kisruh PSSI ini. "Saya kira (konflik) akan selesai jika Pak Arifin dan Pak Nirwan ketemu," kata Zulfadli.

    Nirwan memiliki klub Pelita Jaya yang tetap bertahan di Liga Super. Adapun Arifin adalah tokoh utama lahirnya Liga Prima Indonesia di era Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tahun lalu. Saat itu Nurdin tidak mengakui keberadaan liga tersebut.

    Ketua Umum KONI Tono Suratman menyatakan akan berusaha untuk mempertemukan keduanya. "Kalau memungkinkan dan mereka mau, pasti akan dipertemukan. Saya akan berusaha," katanya setelah mengikuti rapat tersebut.
    Menurut Tono, pertemuan antara Djohar dan Nirwan yang dilakukan pada Rabu malam pekan lalu selama dua jam ini disambut positif oleh keduanya. "Mereka mengatakan akan membahas ini secara serius karena untuk masa depan sepak bola Indonesia," kata Tono.

    DWI RIYANTO AGUSTIAR | ANGGA SUKMA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.