Peni Resmi Jadi Penanggung Jawab Arema LPI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peni Suparto. TEMPO/Abdi Purnomo

    Peni Suparto. TEMPO/Abdi Purnomo

    TEMPO.CO, Malang - Wali Kota Malang Peni Suparto resmi ditunjuk menjadi Penanggung Jawab Yayasan Arema Liga Prima Indonesia, mulai Kamis malam, 9 Februari. "Saya mendapat mandat dari Yayasan Arema malam ini. Mandat ini akan saya jalankan malam ini juga,” kata Peni Suparto yang menghubungi Tempo, Kamis, 9 Februari malam.

    Pertemuan untuk mendaulat Peni jadi penanggung jawab Arema dilakukan di Jakarta yang dihadiri Ketua Yayasan Arema Muhamad Nur, bekas Direktur PT Arema Indonesia Siti Nurzanah, bos Grup Medco Arifin Panigoro, Chief Executive Officer PT Liga Prima Indonesia Sportindo Widjajanto, dan Ketua Komisi Disiplin PSSI Bernhard Limbong.

    Menurut politikus PDI Perjuangan itu, ada tiga misi yang ingia jalankan. Pertama, mengembalikan kejayaan Arema seperti saat menjuarai Liga Super Indonesia musim 2009-2010 maupun kampiun Piala Indonesia atau Copa Dji Sam Soe 2005 dan 2006. 

    Kedua, menjaga kondisi Kota Malang tetap kondusif. Dan, ketiga, "Saya berharap Aremania sedunia umumnya, dan Aremania Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu) bersatu mendukung Arema," katanya.

    Pelaksana Tugas Ketua Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur itu menegaskan mulai besok ia akan mengumpulkan seluruh pemain. Peni memastikan Milomir Seslija alias Milo, pelatih dari Bosnia-Herzegovina yang sudah diberhentikan, kembali melatih Noh Alam Shah alias Along dan kawan-kawan.

    "Saya akan membentuk tim dengan pelatihnya Milo dan kaptennya Along. Saya sudah bicara dengan mereka dan pemain-pemain yang sudah keluar. Tim yang ada sekarang akan kami satukan jika mereka mau," kata bekas anggota DPR ini.

    Keinginan mengambil alih Arema disampaikan Peni pada pertengahan Januari lalu. Kisruh makin panas ketika Along mengundurkan diri Jumat, 3 Februari. Selang empat hari kemudian, sebanyak 7 dari 11 pemain resmi mengajukan pengunduran diri dari Arema LPI.

    Manajemen Jakarta 48, alamat kantor Arema LPI, menolak menyebutkan nama ketujuh pemain. Namun informasi yang didapatkan Tempo menyebutkan jika ketujuh pemain itu adalah Muhammad Ridhuan (Singapura), Sunarto, Leonard Tupamahu, Esteban Javier Guillen (Uruguay), Dendi Santoso, Kurnia Meiga, dan Ahmad Amiruddin. 

    Manajemen sendiri, seperti disampaikan juru bicara Arema LPI Noor Ramadhan, belum menanggapi permohonan pengunduran ketujuh pemain. Manajemen masih menganggap mereka sebagai pemain Arema.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.