Serangan Balik Milan, Kunci Kekalahan Arsenal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mikel Arteta. REUTERS/Philip Brown

    Mikel Arteta. REUTERS/Philip Brown

    TEMPO.CO, London - Mikel Arteta meminta Arsenal memetik pelajaran dari kekalahan waktu berhadapan Milan di babak 16 besar Liga Champions. Menurut Arteta, Arsenal sering terlambat turun ke pertahanan setelah kehilangan bola.

    “Berlaga di luar kandang, kami terlalu sering mendapatkan serangan balik dari lawan,” kata gelandang Arsenal itu di situs resmi klub. “Kami tidak dapat membiarkan hal itu terus terjadi.”

    Bermain di San Siro, kandang Milan, Arsenal dicukur tuan rumah dengan skor telak 4-0. Empat gol Il Diavolo disumbangkan Kevin Prince Boateng pada menit ke-15, Robinho di menit ke-38 dan 49, serta Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-79. Tiga dari empat gol yang dibuat Milan terjadi melalui serangan balik.

    “Itu adalah kunci kemenangan Milan,” ujar Arteta. “Milan mencetak tiga gol melalui serangan balik. Kami pun merasa sangat kecewa dengan hal itu.”

    Ternyata masih ada lagi penyebab kekalahan Arsenal pada laga itu. “Tidak ada yang dapat kami lakukan dengan kondisi lapangan,” tutur pemain jebolan akademi La Masia di Barcelona ini. “Keadaan lapangan sangat buruk. Kami berusaha menendang bola, namun tak mampu mengontrol sepenuhnya.”

    Pertemuan kedua akan dilakukan di Emirates Stadion, markas Arsenal, Rabu, 7 Maret mendatang. Bila pasukan Arsene Wenger itu gagal meraih kemenangan dengan skor 5-0, maka laju mereka di kompetisi elite Benua Biru itu harus terhenti.

    ARSENAL.COM | SINGGIH SOARES TONCE

    Berita Terpopuler:
    Ada Bintang Kejora di Laga Adelaide Vs Persipura

    Sergio Van Dijk Taklukkan Persipura

    Manchester United Pecundangi Ajax Amsterdam

    Adik Nurdin Halid Daftar Jadi Ketua Umum PSSI

    Materazzi dan Davids Susul Cannavaro ke Indones


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.