Irfan Diharapkan Tampil Bagus di Bahrain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Bachdim. TEMPO/Mazini Hafizhuddin

    Irfan Bachdim. TEMPO/Mazini Hafizhuddin

    TEMPO.CO, Jakarta - Irfan Bachdim, penyerang Persema Malang, diharapkan kembali menunjukkan tajinya pada saat tampil memperkuat Tim Merah Putih menghadapi Bahrain pada laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2014 di Bahrain, 29 Februari 2012.

    “Saya lihat saat tampil memperkuat Persema bagus, saya harap dia bisa bermain bagus di Bahrain nanti,” kata Bob Hippy, Koordinator Tim Nasional Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, saat dihubungi, Senin 20 Februari 2012.

    Pemain blasteran Indonesia–Belanda itu mulai dikenal dan populer setelah bergabung di tim nasional senior dan tampil di Piala AFF akhir tahun 2010 lalu. Putra pasangan Noval Bachdim dan Hester van Dijic itu pernah mengenyam pendidikan di klub Ajax Amsterdam ketika masih remaja, tahun 1999 – 2003.

    Pemain kelahiran Amsterdam, 11 Agustus 1988, itu kemudian memutuskan mengikuti warga negara ayahnya dan bermain di Indonesia. Pada saat seleksi pemain tim AFF, Irfan berhasil meyakinkan pelatih Austria Alfred Riedl yang kala itu menangani tim nasional senior untuk masuk skuadnya.

    Namun, nama Irfan sempat redup setelah pelatih Rahmad Darmawan mencoretnya dari skuad tim U-23 sehingga tidak bisa tampil di SEA Games 2011 lalu. Dia dikeluarkan dari skuad tim SEA Games karena mangkir dari latihan. Kala itu kasusnya sampai ke sidang Komisi Disiplin PSSI.

    Walaupun pernah mempunyai kasus indisipliner, PSSI kembali memberi Irfan kesempatan bergabung di tim nasional. “Mudah-mudahan Irfan bisa menunjukkan performa bagus kembali di lapangan,” kata Bob.

    Beberapa pemain yang memang pernah berpengalaman bermain di tim senior atau U-23, seperti Wahyu Wijiastanto, Abdurrahman, Ferdinan Sinaga atau Samsidar, menurut Bob, juga menjadi andalan tim.

    RINA WIDIASTUTI| ARIE FIRDAUS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.