PSSI Bantah Ada Jual Beli Skor Saat Lawan Bahrain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) buka suara menanggapi tudingan ada pengaturan skor kekalahan 0-10 Indonesia oleh Bahrain.

    Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menepis tudingan jika ada ''jual-beli'' skor dalam laga pemungkas kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia Grup E pada 29 Februari 2012.

    PSSI, terang Djohar, justru siap mendukung investigasi yang akan dilakukan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk membuktikan bahwa timnas Indonesia main mata dengan Bahrain.

    "Kami justru sambut baik. Pada dasarnya kami juga protes selesai pertandingan. Kami minta FIFA segera mengusut wasit untuk membuktikan kecurigaan, apakah ada 'permainan' yang melibatkan wasit," kata Djohar, Jumat 2 Maret 2012.

    Kekalahan dengan skor 0-10 itu mendasari niat FIFA untuk menginvestigasi pertandingan Indonesia melawan Bahrain. Alasannya, kedua tim selama ini memiliki rekor pertemuan yang berimbang dan saling mengalahkan. Jika Indonesia kalah, gol kemasukan pun tidak lebih dari dua.

    Sebelum kekalahan 0-10, Indonesia total telah bertanding dengan Bahrain sebanyak enam kali. Indonesia tercatat dua kali menang, dua kali imbang dan dua kali kalah. Kemenangan pertama Indonesia terjadi di Piala Presiden 1980 di Korea Selatan dengan skor 3-2. Lalu, Indonesia kembali menang 2-1, saat menjadi tuan rumah Piala Asia 2007 di Jakarta.

    Skor imbang masing-masing terjadi pada Piala Presiden Korea Selatan pada Agustus 1982 dengan skor 1-1 dan Kualifikasi Piala Asia, tahun 1987 dengan skor 0-0. Dua kekalahan Merah-Putih terjadi di Piala Asia 2004 dengan skor 1-3 dan Kualifikasi Piala Dunia 2014, partai pertama dengan skor 0-2.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.