Djohar Harusnya Sadar Sebelum Presiden Mengkritik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum PSSI, Djohar Arifin memberikan salam kepada suporter saat pertandingan lanjutan Liga Primer Indonesia Sportindo (LPIS) antara Persis Solo melawan PSS SLeman di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/1). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Ketua umum PSSI, Djohar Arifin memberikan salam kepada suporter saat pertandingan lanjutan Liga Primer Indonesia Sportindo (LPIS) antara Persis Solo melawan PSS SLeman di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/1). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO,Samarinda - Presiden Direktur PT Pusam Samarinda Indonesia, perusahaan yang menaungi Persisam Putra Samarinda, Harbiansyah Hanafiah, mengatakan seharusnya Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, sadar jauh hari sebelum Presiden SBY menyatakan keprihatinannya terhadap PSSI.

    Menurut dia, jika saat ini PSSI mulai mendekati klub-klub Liga Super Indonesia (LSI) untuk berembuk, sudah terlambat karena kongres akan segera digelar.
    "Kalau sudah Presiden SBY berkomentar baru akan ajak kami berembuk, harusnya profesor Djohar Arifin itu sadar sejak dulu," kata Harbiansyah, Selasa, 6 Maret 2012.

    PSSI mulai melunak setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono “menyentil” kekacauan PSSI di bawah Djohar Arifin. PSSI melalui Bernhard Limbong menyatakan dalam waktu singkat klub di LSI akan diundang untuk berembuk menyangkut kongres PSSI.

    Harbiansyah mengaku sampai saat ini tak ada komunikasi dari PSSI. Jika melihat dari media massa, Harbiansyah meragukan Djohar Arifin cs akan melunak dan akan merangkul klub LSI. "Kalau di media Djohar kan tak menyerah, justru Djohar tak mengakui kesalahannya atas kekalahan Timnas di Pra Piala Dunia kemarin," kata dia.

    Harbiansyah mengaku Persisam tidak masalah jika harus bergabung dan bertanding di kompetisi PSSI. Namun dia meminta PSSI patuh dan menjalankan perintah kongres PSSI di Bali. "Kalau kami tak masalah, tapi PSSI mau tidak menjalankan hasil kongres," ujarnya.

    Harbiansyah mengaku belum mendapat undangan kongres tahunan PSSI pada 18 Maret di Palangkaraya. Jika memang PSSI berniat mengundang Persisam Putra Samarinda, dia menambahkan, undangan kepesertaan sudah diterima.

    "Ini kongres kan tinggal hitungan hari, kalau sampai mereka mengundang ya mereka melanggar statuta," katanya. Menurut Harbiansyah, Persisam lebih memilih hadir pada kongres KPSI yang akan digelar di Jakarta pada 18 Maret.

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.