Soal Klub Liga Super, PSSI Belum Satu Suara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara Kelompok 78 Saleh Mukadar (kanan) dan Sihar Sitorus (kiri). ANTARA/Puspa Perwitasari

    Juru bicara Kelompok 78 Saleh Mukadar (kanan) dan Sihar Sitorus (kiri). ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ternyata tak satu suara dalam menyikapi klub-klub yang bermain di Liga Super Indonesia. Mereka masih berdebat mengenai keikutsertaan klub-klub itu dalam kongres yang akan digelar pada 18 Maret 2012 nanti di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

    "Belum ada putusan resmi bahwa mereka (klub-klub Liga Super) diundang (ke kongres). Karena mereka berada di kompetisi tidak resmi, kami tidak undang. Kalau diundang kami melanggar aturan FIFA," kata Deputi Sekretaris Jenderal PSSI bidang Kompetisi, Saleh Mukadar, di Kantor PSSI, Rabu, 7 Maret 2012.

    Sikap Saleh Mukadar ini berbeda dengan pernyataan Ketua Komite Disiplin PSSI Berhard Limbong. Dalam jumpa pers di Kantor PSSI, Rabu, 6 Maret 2012, Limbong mengatakan PSSI akan mengajak klub-klub Liga Super berembuk. Dalam pertemuan itu akan diputuskan apakah klub-klub tersebut akan mengikuti kongres atau tidak.

    Saleh membantah pernyataan Limbong tersebut. Menurutnya, PSSI belum memutuskan apakah klub-klub Liga Super akan diundang ke kongres tahunan 18 Maret 2012 mendatang. "Kalau kita berkompromi di luar regulasi, maka kita yang akan dihukum," katanya.

    Rekonsiliasi, kata Saleh, hanya bisa dilakukan jika klub-klub Liga Super mau mengakui PSSI sebagai satu-satunya regulator yang sah. Sebab PSSI adalah satu-satunya federasi yang berhak menggulirkan kompetisi. "Kalau mereka mengakui, selesai sudah perselisihan dan dualisme selama ini," katanya.

    Saleh meminta para pihak tak terburu-buru menilai kinerja PSSI. Sebab, kata dia, prestasi membutuhkan waktu yang tak singkat. Jika hingga dua atau tiga tahun ke depan timnas gagal berprestasi, kata Saleh, para pengurus akan mundur dengan sendirinya. "Silakan gusur ramai-ramai," katanya.

    DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.