Dana PSSI Dipangkas, Panigoro Kucurkan Rp 366 M

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djohar Arifin Husin dan Farid Rahman. TEMPO/Andry Prasetyo

    Djohar Arifin Husin dan Farid Rahman. TEMPO/Andry Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta – Pengusaha Arifin Panigoro membuat manuver di tengah kisruh sepak bola Indonesia. Ia dikabarkan menggalang kekuatan para pengusaha untuk mengucurkan dana ratusan miliar bagi Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

    Manuver Panigoro itu merupakan respons atas keputusan pemerintah yang memangkas dana bantuan kepada PSSI. “Hal tersebut menunjukkan komitmennya. Arifin akan melakukan banyak hal untuk masa depan sepak bola Indonesia,” kata Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman, Selasa, 12 Maret 2012. “Ia mengorbankan banyak hal untuk membuat sepak bola Indonesia menjadi lebih baik.”

    Rahman mengungkapkan kelompok pengusaha tersebut bersedia menyuntikkan dana untuk mengubah semua aspek sepak bola di Indonesia. Sayang ia tidak mengungkapkan berapa banyak dana tersebut. Tapi diperkirakan PSSI membutuhkan dana sebesar US$ 40 juta atau setara Rp 366 miliar per tahun (asumsi US$ 1 = Rp 9.150).

    "Idealnya Rp 366 miliar, dana yang berasal dari pemerintah, hak siar televisi, sponsor, dan penjualan tiket," ujar Rahman. “Kekurangan dana itu akan ditanggung oleh Arifin dan pengusaha lain yang mencintai sepak bola Indonesia.”

    Arifin merupakan penggagas bergulirnya Liga Primer Indonesia (LPI) semasa PSSI di bawah pimpinan Nurdin Halid. Ajang tersebut menjadi awal dualisme kompetisi yang berlanjut hingga musim ini. Padahal kompetisi legal pada masa itu adalah Indonesia Super League (ISL).

    Nah, saat ini, PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin menganggap ISL sebagai kompetisi ilegal. Pasalnya, ISL yang dioperatori PT Liga Indonesia tidak berada di bawah naungan resmi PSSI. Sebaliknya PSSI melalui PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) menggulirkan kompetisi Indonesian Premier League (IPL).

    Karena dualisme kompetisi yang tiada berujung itulah saat ini PSSI terancam sanksi dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). FIFA juga menginvestigasi dugaan pengaturan skor ketika Indonesia digulung sepuluh gol tanpa balas oleh Bahrain dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia Grup E pada 29 Februari 2012.

    Atas alasan itulah kabarnya pemerintah memutuskan memotong dana bantuan kepada PSSI. FIFA memberikan batas waktu hingga 20 Maret untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jika tidak, Indonesia akan dikenai sanksi. “Mudah-mudahan kami tak dikenai sanksi," ucap Rahman.

    Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada pekan lalu memberikan komentar terkait dengan masalah yang melanda PSSI. Peraturan FIFA yang tak memperbolehkan pemerintah mengintervensi asosiasi sepak bola membuat Presiden SBY hanya bisa memberikan masukan.

    REUTERS | ANTONIUS WISHNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siapakah Shang-Chi, Pahlawan Terbaru Marvel?

    Marvel Studios merilis trailer baru untuk film Shang-Chi and The Ten Rings yang akan tayang pada September 2021.