Djohar Minta Kapolri Tak Izinkan Kongres KPSI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djohar Arifin Husin. TEMPO/Andry Prasetyo

    Djohar Arifin Husin. TEMPO/Andry Prasetyo

    TEMPO.CO, PALANGKARAYA-  Ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Djohar Arifin Husin minta Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo tak mengeluarkan surat izin penyelenggaraan kongres luar biasa (KLB) oleh Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) di Jakarta pada Ahad 18 Maret 2012.

    "Seharusnya Polri mempertimbangkan untuk tidak mengeluarkan  izin kongres luar biasa yang diselenggarakan KPSI," kata Djohar kepada Tempo di Hotel Aquarius,Palangkaraya, Sabtu malam, 17 Maret 2012.

    Alasannya,  menurut Djohar, pada 16 Maret 2012 Badan Arbitrase Sepak Bola Dunia (Courth Arbitration of Sport/CAS)telah mengeluarkan surat keputusan sela yang menegaskan bahwa CAS
    tidak merekomendasikan dilaksanakannya KLB. "Untuk itu,dimohon Polri dapat mempertimbangkan hal tersebut," kata Djohar sambil mengutip surat PSSI nomor 1054/UDN/529/III-2012 tanggal 17 Maret 2012.

    Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitoru, mengungkapkan, PSSI gembira atas keluarnya keputusan CAS pada 16 Maret tersebut. "Sangat menggembirakan untuk PSSI dan seluruh anggota PSSI," kata Sihar dalam jumpa persnya.

    Pada putusan selanya, CAS menolak permohonan penggugat yang diajukan oleh empat orang
    mantan exco (Tonny Apriliani, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw,dan La Nyala M. Mattaliti), Pelita Jaya, Persiba Balikpapan,Persidafon Dafonsoro, dan 25 pengurus provinsi PSSI. (baca:Badan Arbitrase Restui Kongres PSSI  )

    Mereka, ujar Sihar, meminta putusan sela kepada CAS agar  diselenggarakannya KLB atas permintaan 400 anggota PSSI. "Namun permintaan ini ditolak CAS, karena merupakan persoalan intern PSSI," katanya.

    Sihar menambahkan, CAS menyatakan bahwa apa yang dilakukan PSSI sementara ini telah sesuai dengan statuta FIFA dan statuta PSSI. "Itu artinya, verifikasi PSSI dianggap valid dan didukung oleh CAS," ujarnya.

    Implikasinya, kongres PSSI di Palangkaraya secara otomatis  mendapat legitimasi dari CAS, statuta FIFA dan statuta PSSI.  "Di luar kongres PSSI kami tidak tahu,apakah itu temu kangen
    saja."

    ALI ANWAR

    Berita terkait
    KPSI Tidak Takut Sanksi FIFA
    Kubu Djohar Akan Datangi Lagi Klub Liga Super
    Dijaga Ketat, Kongres PSSI Dibuka Menteri Andi
    Kongres PSSI Bakal Resmikan Liga Super 
    Sentilan SBY Lunakkan PSSI
    Kisruh PSSI, Pemerintah Hentikan Subsidi Timnas
    SBY: PSSI Jangan Sibuk Berantem!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.