Pemerintah: Hanya Ada Satu PSSI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng bersama Ketua Umum KONI, Rita Subowo saat acara Peresmian dan Kebulatan Tekad Kontingen Indonesia Sea Games XXVI/2011 di Jakarta, Jumat (11/4). TEMPO/Subekti

    Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng bersama Ketua Umum KONI, Rita Subowo saat acara Peresmian dan Kebulatan Tekad Kontingen Indonesia Sea Games XXVI/2011 di Jakarta, Jumat (11/4). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah hanya mengakui satu kepengurusan yaitu PSSI yang dipimpin oleh Djohar Arifin.

    "Hanya ada satu PSSI yang merupakan induk olahraga sepak bola di Indonesia. Selama belum ada ketetapan lain dari FIFA, ya PSSI itu lah," kata Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Malarangeng ketika ditemui di kantornya, Senin, 19 Maret 2012.

    Menurut Andi, pemerintah hanya mengakui PSSI yang dipimpin oleh Djohar Arifin karena organisasi tersebut dipilih sesuai aturan dan prosedur. Selain itu, FIFA sebagai federasi sepak bola tertinggi di dunia juga hanya mengakui PSSI yang dipimpin Djohar tersebut. "Yang diakui oleh FIFA, itu kan yang dipimpin pak Djohar, yang diberi mandat oleh FIFA," tuturnya.

    Seperti diketahui, kemarin Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) memilih pengurus PSSI baru. KPSI mengklaim bahwa pengurus baru tersebut sebagai pengurus sah karena dipilih oleh 2/3 anggota PSSI. La Nyalla M. Mattalitti terpilih sebagai ketua umum sementara Rahim Soekasah terpilih sebagai wakil ketua.

    Andi mengatakan bahwa pemerintah hanya menyadari keberadaan KPSI sebagai sebuah organisasi tapi induk organisasi sepak bola Indonesia tetap PSSI.

    Pada hari yang bersamaan dengan KLB KPSI, PSSI mengadakan kongres tahunan di Palangkaraya. Dalam kongres, PSSI memutuskan untuk mengakui kompetisi Liga Super (Indonesian Super League) yang selama ini dianggap ilegal. Kongres tersebut juga menerima 49 calon anggota baru serta menyetujui program kerja dalam setahun ke depan.

    ANANDA W. TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.