PSSI Lengkapi Berkas Hasil Kongres Ke FIFA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman mempersilahkan peserta untuk berbicara  dalam kongres hari kedua dimulai di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/3). ANTARA/ IPL/Arif Ariadi

    Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman mempersilahkan peserta untuk berbicara dalam kongres hari kedua dimulai di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/3). ANTARA/ IPL/Arif Ariadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) segera melengkapi laporan hasil kongres tahunan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ke Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Dalam pekan ini, diharapkan laporan itu selesai dan sampai di kantor pusat FIFA di Zurich, Swiss.

    "Memang tidak ada tenggat waktu, tetapi diusahakan segera selesai sehingga bisa dikirim ke FIFA," kata kuasa hukum PSSI, Patrick Mbaya, di kantor PSSI, Selasa, 20 Maret 2012.

    Beberapa poin hasil kongres, kata Mbaya, sebenarnya telah dilaporkan PSSI ke FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kemarin. Saat ini, PSSI hanya melengkapi beberapa poin tertinggal yang harus dilaporkan. Namun, Mbaya enggan merinci poin-poin tersebut. "Tunggu saja, nanti kami akan gelar konferensi pers untuk menjelaskannya," katanya lagi.

    Saat ditanya apakah laporan itu juga akan menjelaskan soal manuver Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang menggelar kongres luar biasa (KLB) dan memilih La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua PSSI versi KPSI, Mbaya menjawab diplomatis. "FIFA tidak mengenal mereka. Kami tidak mau berkomentar," katanya lagi.

    Staf Ahli Sekretaris Jenderal PSSI, Rudolf Yesayas, mengatakan kedatangan Mbaya ke kantor PSSI adalah untuk membantu PSSI menyusun laporan yang harus diberikan ke FIFA. "Ia kan berpengalaman menyusun laporan untuk FIFA dan lembaga internasional lain. Makanya ia di sini membantu PSSI," kata Rudolf.

    Mbaya merupakan kuasa hukum PSSI dalam beberapa kasus gugatan yang masuk ke pengadilan arbitrase internasional untuk olahraga (CAS). Pria keturunan Afrika yang telah menjadi warga negara Prancis itu juga yang menjadi pembela Liga Primer Indonesia (LPI) saat kompetisi itu pertama kali muncul dan berstatus ilegal di era kepengurusan Nurdin Halid.

    ARIE FIRDAUS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.