Pertempuran di Lini Tersier

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arsenal Tomas Rosicky mencetak gol ke gawang AC Milan, dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di stadion Emirates London (7/3). Arsenal menang 3-0 dalam pertandingan tersebut. REUTERS/Eddie Keogh

    Pemain Arsenal Tomas Rosicky mencetak gol ke gawang AC Milan, dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di stadion Emirates London (7/3). Arsenal menang 3-0 dalam pertandingan tersebut. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO, London - Pertempuran memperebutkan posisi tiga Liga Primer Inggris akan berlangsung besok malam. Tottenham Hotspur yang berada di posisi tiga dengan 53 poin akan menjamu Stoke City dan Arsenal--posisi empat dengan selisih satu poin--bertandang ke kandang Everton di Stadion Goodison Park, Liverpool. Laga tersebut krusial karena, dengan sisa sepuluh pertandingan, keduanya ingin merebut tiket langsung di Liga Champions Eropa musim mendatang.

    Arsenal mencoba melanjutkan penampilan ciamik mereka dengan mengandalkan Robin van Persie. Penyerang berteknik tinggi asal Belanda ini menyumbang 26 gol dalam 28 pertandingan liga musim ini. Kapten berusia 28 ini bakal jadi penggedor bersama Theo Walcott dan Gervinho.

    Di lini tengah, Tomas Rosicky jadi motor serangan The Gunners. "Robin memang berhak menghiasi halaman utama media karena segudang golnya, tapi belakangan ini saya lebih memperhatikan Tomas karena dia bermain luar biasa," kata Alex Oxlade-Chamberlain, hari ini. Pemain 18 tahun tersebut dibeli dari Southampton awal musim sebagai penyerang sayap. Namun beberapa partai terakhir, pelatih Arsene Wenger menempatkannya sebagai gelandang tengah bersama Rosicky, Alexander Song, Mikel Arteta.

    Rosicky, 31 tahun, menikmati masa terbaiknya di Arsenal sejak hijrah dari Borrusia Dortmund enam tahun lalu. Pengatur serangan asal Republik Cek ini mencetak gol penting seperti saat timnya mengalahkan Tottenham dan AC Milan beberapa pekan lalu. 

    Pertandingan ini mengawali memasuki masa sibuk Everton, empat pertandingan dalam sepuluh hari. Alih-alih takut ngos-ngosan, kapten Phil Neville justru tidak sabar untuk secepatnya turun ke Goodison Park menjamu Arsenal. "Tanya saja pemain lain, kami lebih suka bertanding ketimbang hanya latihan," ujarnya kepada Sky Sports. Pemain 35 tahun ini berharap gelandang serang Tim Cahill bisa kembali menorehkan gol, setelah menjebol gawang Sunderland di Piala FA, akhir pekan lalu.

    Dari London, penghuni Stadion White Hart Lane masih trauma atas insiden Fabrice Muamba. Gelandang Bolton Wanderers itu, kolaps akibat serangan jantung saat menghadapi Hotspur di Piala FA, Sabtu lalu. Sampai sekarang, pemain 25 tahun itu dalam kondisi kritis. Bek kiri Benoit Assou-Ekotto ketakutan karena merasa di kondisi dan usia yang sama dengan Muamba. "Dia muda, atlet yang kuat," ujarnya. "Beberapa menit sebelumnya dia masih berlari di lapangan yang sama dengan saya." 

    Pelatih Harry Redknapp sampai harus mendatangkan dokter untuk memeriksa jantung anak-anak asuhnya. Dia juga memberikan motivasi tambahan bagi mereka. "Mereka sadar ini adalah kejadian dengan probabilita satu per sejuta," katanya. Pemain Stoke City yang perlu mendapat perhatian khusus adalah Matthew Etherington. Sayap kiri ini selalu mencetak gol di empat pertandingan melawan Spurs.

    SUPER SPORTS | METRO | GOAL | TELEGRAPH | REZA MAULANA

    Perkiraan Formasi
    Arsenal (4-3-3)
    Szczesny
    Sagna, Koscielny, Vermaelen, Gibbs
    Song, Rosicky, Arteta
    Walcott, Van Persie, Gervinho

    Everton (4-4-1-1)
    Howard
    Hibbert, Distin, Jagielka, Baines
    Coleman, Neville, Rodwell, Drenthe
    Fellaini
    Cahill

    Tottenham Hotspur (4-4-1-1)
    Friedel
    Walker, Kaboul, King, Assou-Ekotto
    Lennon, Parker, Modric, Bale
    Van der Vaart
    Adebayor

    Stoke City (4-4-2)
    Begovic
    Huth, Upson, Woodgate, Shotton
    Pennant, Whitehead, Delap, Etherington
    Jones, Crouch


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.