PSM Rombak Pengurus Jelang Putaran Kedua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih PSM Makassar petar Segrt memberi arahan saat memimpim Latihan di Stadion Andi Matalatta Makassar beberapa waktu Yang lalu. TEMPO/HariandI Hafid

    Pelatih PSM Makassar petar Segrt memberi arahan saat memimpim Latihan di Stadion Andi Matalatta Makassar beberapa waktu Yang lalu. TEMPO/HariandI Hafid

    TEMPO.CO, Makassar - PSM Makassar memanfaatkan jeda dua minggu libur paruh pertama Indonesian Premier League (IPL) untuk mengevaluasi tim. Perombakan akan lebih banyak diarahkan pada jajaran pengurus. Sementara itu,  khusus pemain, PSM tak lagi bisa mengubah skuad hingga putaran kedua berakhir. Sebab, transfer window pemain sudah ditutup pada 26 Maret.

    Nakhoda baru PSM, Ketua Umum Sadikin Aksa, menyatakan siap merombak jajaran pengurus klub yang terhimpun dalam PT Pagolona Sulawesi Mandiri. Apalagi saat ini beberapa posisi masih lowong setelah ditinggal pengurus yang mengundurkan diri.

    Semisal Husain Abdullah yang sebelumnya menjabat General Manager serta Zakir Sabara yang pernah merangkap sekretaris tim dan ketua panitia pelaksana pertandingan PSM. “Saya masih mencari orang yang bisa dipercaya,” kata Sadikin Aksa.

    Perombakan manajemen akan dilakukan setelah melihat hasil evaluasi lebih dulu. Waktunya belum bisa ia pastikan. “Saya menunggu laporan dan hasilnya dari CEO Rully Habibie,” ujarnya.

    Saat terpilih sebagai Ketua Umum, Sadikin berjanji membawa PSM berjaya di Indonesia. Untuk itu ia bertekad membawa pemain bintang ke tim Ayam Jantan dari Timur, termasuk memulangkan pemain-pemain lokal Sulawesi Selatan yang pernah sempat bersinar bersama PSM. “Ada beberapa pemain yang menyatakan siap pulang, termasuk Syamsul (Chaeruddin),” katanya.

    Namun, rencana itu tampaknya belum akan terlaksana dalam waktu dekat. Setidaknya hingga musim kompetisi IPL musim ini berakhir. Pelatih PSM Petar Segrt sudah mengajukan kebijakan pada manajemen dan CEO agar lebih memaksimalkan pemain-pemain muda di skuadnya.

    AAN PRANATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.