Laga MU-Fulham Diwarnai Aksi Kontroversial Wasit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester United Wayne Rooney (kiri) merayakan golnya ke gawang Fulham, dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Manchester, (26/3). AP/Jon Super

    Pemain Manchester United Wayne Rooney (kiri) merayakan golnya ke gawang Fulham, dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Manchester, (26/3). AP/Jon Super

    TEMPO.CO, Manchester - Manchester United berhasil memperlebar jarak dengan Manchester City menjadi tiga poin di klasemen sementara Liga Primer Inggris usai menaklukkan Fulham 1-0 di Old Trafford, Selasa dini hari, 27 Maret 2012. Namun kesuksesan The Red Devils itu diwarnai keputusan kontroversial wasit.

    MU sudah unggul sejak menit ke-42 melalui gol Wayne Rooney, tapi tamu sempat mempunyai kesempatan untuk menyamakan kedudukan di menit-menit akhir pertandingan jika wasit Michael Oliver menunjuk titik putih.

    Saat itu Danny Murphy terjatuh di kotak terlarang karena bersenggolan dengan Michael Carrick. Namun Oliver melihat aski Carrick itu bersih.

    Pelatih MU, Sir Alex Ferguson, sendiri mengakui  timnya memang pantas dihukum penalti atas insiden tersebut. “Saya rasa mereka pantas atas klaim (penalti) itu,” kata Ferguson kepada Sky Sports seusai pertandingan. “Jelas Michael Carrick telah menyentuh tumit Danny Murphy.”

    Meski begitu Ferguson menganggap keputusan Oliver itu cukup seimbang setelah klaim penalti timnya juga dihiraukan oleh Oliver. Saat itu umpan silang Patrice Evra mengenai tangan dari Stephen Kelly, tapi Oliver tidak menganggapnya demikian. “Mungkin (Oliver) memikirkan tentang itu,” ujar pelatih asal Skotlandia itu.

    Pelatih Fulham, Martin Jol, dikecewakan atas insiden itu. Menurutnya wasit termuda (27) di kancah Liga Primer Inggris itu tak berani menghukum MU dengan tendangan penalti. “Saya rasa semua orang di stadion melihatnya sebagai penalti,” kata Jol.

    Bagi Jol sendiri ini bukan pertama kalinya ia dirugikan oleh aksi wasit ketika timnya berhadapan dengan MU. Saat masih melatih Tottenham Hotspur pada 2005, gol yang dicetak Pedro Mendes tidak diakui wasit Mark Clattenburg, padahal bola sudah melewati garis gawang. “Bola sudah hampir masuk semeter dari garis, tapi wasit tidak memberikannya,” ujar pelatih asal Belanda itu.

    GUARDIAN | SKY SPORTS | IRVAN SAPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.