Kisah Firman Utina dan Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Firman Utina  Foto: TEMPO/Aditia Noviansyah

    Firman Utina Foto: TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO , Jakarta: Pemain tim nasional Indonesia Firman Utina mengatakan dulu keluarganya menentang pilihannya sebagai pemain bola. Sebab, keluarga berharap dia menjadi polisi.

    "Orang tua saya ingin saya menjadi polisi," kata pemain asal Manado ini di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan Jakarta, pada 27 Maret 2012.

    Namun pria berkulit gelap ini memiliki cita-cita lain: menjadi seorang pemain sepak bola. "Karena hobi saya main bola, maunya menjadi pemain sepak bola," kata pria kelahiran 15 Desember 1981 itu.

    Walau awalnya tidak mendapat izin dari orang tua, gelandang klub Sriwijaya FC ini dapat membuktikan bahwa ia bisa menjadi salah satu pemain terbaik Indonesia. Firman berharap para pemain muda Indonesia mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya orang tua.

    Menurut dia, pemain-pemain Indonesia memiliki bakat untuk menjadi pemain profesional. Asalkan mereka didukung berbagai pihak. "Indonesia muda itu punya bakat. Yang penting didukung, pasti nanti dapat menggantikan kami," kata dia.

    Pemilik predikat pemain terbaik pada pertandingan Indonesia melawan Bahrain di Piala Asia 2007 ini mengatakan orang tua saat ini lebih mudah memberi dukungan kepada anak-anak mereka yang berminat pada bola. Berbeda dengan zamannya dahulu, saat ini sudah terdapat banyak tempat yang dapat menyalurkan minat para pemain muda itu.

    Perihal harapan orang tuanya yang tidak tercapai Firman hanya mengatakan, "Nasib saya memang tidak menjadi polisi."

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.