PSSI Kembali Gelar Pertemuan dengan Klub LSI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman mempersilahkan peserta untuk berbicara  dalam kongres hari kedua dimulai di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/3). ANTARA/ IPL/Arif Ariadi

    Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman mempersilahkan peserta untuk berbicara dalam kongres hari kedua dimulai di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/3). ANTARA/ IPL/Arif Ariadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) siang ini kembali menggelar pertemuan dengan 12 klub Liga Super Indonesia (LSI) di Hotel Crowne, Jakarta Pusat. Pertemuan hari ini merupakan lanjutan dari pertemuan pertama pada Rabu, 14 Maret lalu.

    Dalam pertemuan itu, dari 13 klub LSI yang diundang, hanya Persib Bandung yang memenuhi undangan. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengatakan surat undangan kepada 12 klub telah dikirim pada Rabu, 28 Maret 2012.

    Namun Djohar tidak memastikan berapa klub yang sudah memastikan kehadirannya. "Kita lihat saja nanti. Kalau mereka (klub LSI) tidak datang, yang rugi kan kita semua," kata Djohar, Kamis 29 Maret 2012.

    Hasil pertemuan hari ini, lanjut Djohar, juga akan dilaporkan ke Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) agar badan yang menaungi sepakbola dunia itu mengetahui perkembangan proses rekonsiliasi yang sudah dilakukan PSSI. "Semua akan kami laporkan. Hari ini kami mengundang mereka saja, kami lapor ke FIFA," ujar Djohar.

    Djohar kembali menegaskan harapannya agar masalah dualisme kompetisi segera usai. Namun ia juga menegaskan tidak memberi tenggat penyelesaian masalah ini.

    Beberapa klub LSI sebelumnya memberi sinyalemen ingin menghadiri pertemuan tersebut, seperti Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura. Namun kedua klub itu menyatakan masih menunggu surat resmi dari PSSI.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.