Drama 9 Gol Warnai Debut Stramaccioni di Inter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andrea Stramaccioni (kiri), memeluk Diego Milito. AP Photo/Antonio Calanni

    Andrea Stramaccioni (kiri), memeluk Diego Milito. AP Photo/Antonio Calanni

    TEMPO.CO, Milan - Debut pelatih baru Internazionale Milan, Andrea Stramaccioni berjalan manis, usai berhasil membawa timnya menang 5-4 atas Genoa di Giuseppe Meazza dalam lanjutan Seri-A, Ahad 1 April 2012. Ini jadi kemenangan pertama Inter dalam tiga laga terakhir.

    Hasil itu membuat Nerazzuri naik keposisi ketujuh klasemen menggeser Catania dengan perolehan 44 poin. Meski begitu mereka masih berjarak tujuh angka dari peringkat ketiga, posisi terakhir untuk meraih tiket Liga Champions.

    Pada laga itu sendiri Genoa mampu membuat ancaman terlebih dahulu pada sepuluh menit pertama laga. Salah satu peluang terbainya yakni lewat Rodrigo Palacio yang menerima umpan terobosan Alberto Gilardino. Tapi usahanya mesih bisa dihaualu Julio Cesar.

    Meski begitu justru Inter yang mampu unggul terlebih dahulu pada menit ke-13. Sundulan Diego Milito memanfaatkan umpan silang Diego Forlan berbuah hasil, Kakha Kaladze yang ada di sisinya tak mampu berbuat banyak.

    Gol tersebut membuat tuan rumah makin bersemangat. Berkali-kali Inter mengancam lewat usaha Zarate dan Forlan. Upaya mereka baru berhasil di menit ke-27, kembali Milito yang sukses menyarangkan gol ke gawang Genoa. Pemain Argentina itu memanfaatkan uman jauh Dejan Stankovic dari tengah lapangan, Milito yang mendapat bola langsung melepas tembakan ke pojok kanan gawang.

    Sepuluh menit berselang Inter kembali menambah golnya, kali ini lewat pemain belakang, Walter Samuel. Pemain berdarah Argentina itu sukses menceploskan bola dari jarak dekat dengan kaki kirinya setelah memanfaatkan umpan silang Lucio.

    Genoa sempat memperkecil tertinggalan di penghujung babak pertama. Umpan Giseppe Sculli mampu ditreuskan Emiliano Moretti dengan tandukan. Hingga turun minum, Inter masih tetap unggul 3-1.

    Babak kedua Genoa mulai membuat Inter kerepotan, karena Il Grifone beberapa kali mampu mengejar skor. Usaha pertama Genoa berasal dari titik putih setelah Javier Zanetti melakukan handball di kotak terlarang. Palacio yang jadi algojo tak sia-sia memanfaatkan peluangnya itu.

    Meski begitu Inter bisa kembali menjauh di menit ke-74. Umpan Andrea Poli dari tengah lapangan berhasil dimaksimalkan Zarate. Setelah melakukan pergerakan menusuk ke dalam kotak penalti, ia pun mengarahkan bola ke pojok kanan gawang.

    Empat menit berselang Genoa kembali berhasil memperpendek jarak. Kembali lewat titik putih, kali ini Gilardino yang mengeksekusinya dengan baik. Penalti itu diberikan setelah Cesar menghadang Palacio di kotak terlarang. Hasilnya penjaga gawang dari Brasil itu diusir keluar lapangan.

    Tak lama giliran Inter yang dihadiahi tendangan penalti setelah Fredy Guardin dijatuhkan Fernando Belluschi. Wasit pun langsung memberi kartu merah kepada Belluschi. Milito yang jadi eksekutor sukses mencetak hattrick pada laga ini.

    Genoa kembali bisa menipiskan skor. Lagi-lagi lewat sepakan penalti Gilardino pada penghujung pertandingan. Kali ini Lucio yang melanggar Sculli di kotak terlarang. Meski begitu hingga peluit berakhir Genoa tak mampu lagi mengejar Inter.

    Susunan pemain:
    Inter
    :  Julio Cesar;  Zanetti,  Lucio, Samuel, Chivu; Poli, Stankovic (Guarin 60’), Cambiasso; Zarate (Castellazzi 80’), Milito, Forlan (Obi 75’).
    Cadangan
    :, Ranocchia, Nagatomo, Pazzini, Livaja.

    Genoa: Frey; Mesto, Carvalho, Kaladze, Moretti; Biondini (Jorquera 82’), Veloso (Jankovic 45’), Belluschi; Sculli, Gilardino, Palacio
    Cadangan
    : Lupatelli, Zé Eduardo, Birsa, , Alhassan, Bovo.

    SOCCERNET | IRVAN SAPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.