Alasan Agum Gumelar Tolak Tengahi Kisruh PSSI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agum Gumelar. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Agum Gumelar. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO , Jakarta: Mantan Ketua Komite Normalisasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Agum Gumelar menolak menengahi perseteruan antara PSSI dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Agum mengatakan dia sudah lelah dan mebiarkan pihak yang berseteru mengintrospeksi diri mereka masing-masing.

    "Kalau sekarang mau ada rekonsiliasi sulit ya. Karena kalau mau hal ini harus datang dari kedua belah pihak, dan bukan karena pemaksaan kehendak," kata Ketua Umum PSSI 2000-2003 itu, Selasa, 10 April 2012.

    Saat ini, selain PSSI yang dipimpin Ketua Umum Djohar Arifin Husin, muncul PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia. PSSI versi KPSI diketuai La Nyalla Mattalitti yang terpilih dalam kongres luar biasa (KLB) KPSI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Ahad 18 Maret 2012.

    Bahkan PSSI versi KPSI memboyong Alfred Riedl sebagai pelatih tim nasional senior. Riedl pernah sukses membawa tim nasional senior ke partai final Piala AFF 2010. Namun timnas saat itu gagal membawa pulang trofi karena dikandaskan Malaysia dengan agregat 2-4.

    Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menerjunkan Satuan Tugas untuk mengatasi kisruh di sepak bola Indonesia. Satuan Tugas AFC terdiri dari Wakil Presiden AFC asal Malaysia Tengku Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah, anggota Komite Eksekutif AFC dan anggota Komite Eksekutif FIFA asal Thailand Dato' Worawi Makudi, Sekretaris AFC Alex Soosay, dan Ketua Asosiasi Anggota dan Hubungan Internasional James Johnson.

    SYIFA JUNITA

    Berita terkait
    Soal Riedl, Djohar Pilih 'No Comment'
    Rahmad Girang Riedl Kembali ke Indonesia
    Riedl Bahas Kontrak 'PSSI Bayangan' Jumat Nanti
    Riedl: PSSI Versi KPSI Lebih Baik
    Riedl Terima Tawaran Kubu 'PSSI Bayangan'
    Riedl Menginap di Kempinski
    Latih Timnas 'Bayangan' Riedl Duet dengan RD?
    Riedl Kembali ke Indonesia
    Niat PSSI Ketemu Nirwan Dipertanyakan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.