Neymar Ingin Lebih Lama di Santos  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neymar. AP/Nelson Antoine

    Neymar. AP/Nelson Antoine

    TEMPO.CO, Sao Paulo - Klub-klub besar Eropa tampaknya harus lebih bersabar lagi untuk menggaet pemain muda asal Brasil, Neymar. Pasalnya, Neymar mengungkapkan hasratnya untuk bisa bertahan lebih lama lagi di klubnya saat ini, Santos.

    Neymar sendiri sebelumnya diisinyalir bakal hengkang ke Eropa begitu kontraknya bersama Santos berakhir pada 2014 mendatang atau setelah Piala Dunia di kampung halamannya. Namun kini Neymar tampaknya masih belum siap mengadu nasib ke Benua Biru.

    “Kesempatan untuk bertahan di Santos sangat besar,” kata Neymar kepada Radio Estadao ESPN. “Karena saya mencintai klub ini, dan saya suka bermain di Brasil.”

    Neymar sendiri tidak menutup kemungkinan akan menjajal Eropa. Hanya, ia belum bisa memastikan hal itu. “Tentu saja saya punya impian untuk bermain di Eropa, tidak ada yang tidak mungkin. Pada 2014 kami akan duduk bersama dan kita lihat di mana saya akan tinggal,” kata pemain berusia 20 tahun itu.

    Neymar memang jadi buruan utama sejumlah klub Eropa, seperti Real Madrid, Barcelona, dan Chelsea. Hanya, kemauan kuat sang pemain untuk bertahan di Brasil membuat niat klub-klub itu untuk memboyongnya kerap tertunda. Padahal sejumlah tokoh sepak bola Brasil, seperti Ronaldo dan pelatih timnas, Mano Menezes, sudah menyarankan Neymar untuk ke Eropa agar kemampuan serta pengalamannya meningkat. Namun dengan tegas Neymar menolak anggapan itu. Baginya bermain di Santos pun sudah bisa membuatnya makin dewasa.

    “Saya tidak perlu pergi ke tempat baru untuk mendapat pengalaman. Saya mengalami banyak hal di Santos, dengan prestasi positif. Saya tidak perlu pindah ke Eropa,” ujarnya bulan lalu.

    GOAL | IRVAN SAPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.