Demi Karier, Balotelli Siap Temui Psikiater  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mario Balotelli. REUTERS/Stefan Wermuth

    Mario Balotelli. REUTERS/Stefan Wermuth

    TEMPO.CO, Manchester - Mario Balotelli tampaknya mulai sadar terhadap aksi-aksi kontroversial yang dilakukannya merugikan karier dan juga klubnya, Manchester City. Menurut salah seorang rekan dekat sang pemain kepada The Sun, Ahad 15 April 2012, Balotelli siap berkonsultasi dengan psikiater untuk menyelamatkan kariernya.

    Sebelumnya pada akhir pekan lalu Balotelli memang membuat pelatihnya, Roberto Mancini, mulai kehabisan kesabaran. Pelatih asal Italia itu mengatakan ogah memainkan lagi Balotelli, bahkan ada kemungkinan bakal menjualnya.

    Meski sempat dikabarkan bakal kembali ke Italia, justru teman dekatnya mengatakan Balotelli ingin mencoba bertahan di Eastland. “Mario tidak ingin meninggalkan City, tapi dia menerima (bila dikatakan) perlu mendapatkan bantuan. Ia mengakui sendiri benar-benar di luar kendali,” kata teman dekat yang tidak mau disebutkan namanya itu.

    “Dia bahkan siap mendapatkan bantuan profesional untuk membantu masalahnya. Dia memiliki bakat besar, tapi dalam bahaya serius yang menghancurkan kariernya,” ujarnya.

    Balotelli memang kembali mengundang kontroversi usai diusir keluar lapangan pada laga akhir pekan lalu melawan Arsenal. Pemain berusia 21 tahun itu sendiri sudah menyatakan permintaan maafnya kepada klub, dan lebih khusus Mancini, atas tindakannya itu.

    THE SUN | IRVAN SAPUTRA

    Berita terpopuler:
    Riedl dan Blakblakan Soal Pengaturan Skor Bahrain

    Barca-Madrid Tancap Gas Menjelang El Clasico

    Tiga Pemain Dipanggil Timnas, Persib Pikir-Pikir

    Messi dan Ronaldo Pecahkan Rekor Gol Terbanyak

    Singkirkan Everton, Liverpool ke Final Piala FA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.