Di Matteo Bakal Kesulitan Menahan Barcelona

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roberto Di Matteo. REUTERS/Eddie Keogh

    Roberto Di Matteo. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO, Barcelona - Kemenangan yang diraih Chelsea atas Barcelona pada pertemuan pertama semifinal Liga Champions pekan lalu membuat wakil asal Inggris itu kini hanya butuh hasil imbang untuk bisa lolos ke partai puncak. Tapi sang pelatih, Roberto Di Matteo, mengakui tak mudah menahan pasukan Pep Guardiola.

    “Terlalu sulit untuk bermain imbang tanpa gol. Jika berhasil mencetak gol, kami akan memperoleh keunggulan," kata Di Matteo jelang pertemuan kedua semifinal di Camp Nou. "Tapi kami semua tahu betapa sulitnya hal itu.”

    Di Matteo sadar Barcelona akan menekan, terlebih mereka sangat membutuhkan gol untuk bisa membalikkan keadaan. Tapi pelatih asal Italia itu bisa mengandalkan lini belakang Chelsea yang tampil disiplin seperti pada pertemuan pertama lalu. Kala itu, meski diserang habis-habisan oleh Barcelona, The Blues berhasil menjaga gawangnya dari kebobolan. Situs UEFA pun memberikan gelar pemain terbaik laga itu kepada bek Chelsea, Gary Cahill.

    “Saya sangat senang dengan performa bek-bek kami akhir-akhir ini. Kami bertahan dengan sangat baik dan kami juga terkesan dengan penampilan Gary (Cahill) sejak bergabung bersama tim,” ujarnya.

    Soal susunan pemainnya pada laga nanti, Di Matteo belum mau membeberkannya. Termasuk soal diturunkannya Didier Drogba yang mengalami cedera pada pertemuan pertama. “Saya akan membuat penilaian mental dan fisik para pemain setelah latihan terakhir nanti,” kata pelatih keturunan Swiss itu.

    CHELSEAFC.COM | IRVAN SAPUTRA

    Berita terpopuler:
    Ramadhan Pohan Manajer Timnas Senior

    Chelsea Juara Liga Champions, Bonus Rp 150 Triliun

    Persisam Pecat M Roby, Fandi, dan Djayusman

    CR7 Rindu MU

    Xavi Minta Dukungan Penuh Suporter Barcelona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.