Kamis, 22 November 2018

Pelatih Nil Maizar Susul Timnas ke Palestina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Semen Padang Nil Maizar (kedua kanan), memberikan arahan kepada pemainnya saat di Makassar, Sulawesi Selatan (14/1). ANTARA/Yusran Uccang

    Pelatih Semen Padang Nil Maizar (kedua kanan), memberikan arahan kepada pemainnya saat di Makassar, Sulawesi Selatan (14/1). ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.CO , Jakarta: - Tim nasional senior Indonesia akan mendapat suntikan moril dalam menghadapi turnamen An-Nakbah di Palestina, 13-24 Mei mendatang. Soalnya Pelatih Kepala Timnas Senior Nil Maizar akhirnya menyusul dan memimpin Timnas berlaga ke Palestina.

    Kepastian bergabungnya Nil ke timnas dipastikan sendiri oleh mantan pelatih Semen Padang itu. "Saya ikut bersama timnas senior nanti di Palestina. Kami bertemu dan bergabung saat transit di Amman, Yordania," kata Nil melalui pesan singkat, Sabtu, 12 Mei 2012.

    Nil sebelumnya meninggalkan timnas di awal pemusatan latihan, sekitar tiga pekan lalu untuk menjalankan kursus kepelatihan yang dilaksanakan Federasi sepak bola Jerman (DFB). Latihan pun kemudian diserahkan kepada asisten pelatih, Fabio Oliveira.

    "Tapi tadi malam sudah penutupan (kursus). Nanti malam waktu Jerman, saya langsung berangkat dari Frankfurt ke Amman, Yordania," kata Nil lagi.

    Sementara itu, timnas senior akan berangkat malam ini dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Timnas membawa 20 pemain, termasuk duo Papua, Titus Bonai dan Oktavianus Maniani, yang sempat menjadi kontroversi karena dituding kabur dari klub mereka yang berkompetiisi di Liga Super Indonesia.

    Partai pertama timnas di An-Nakbah sendiri akan berlangsung 17 Mei mendatang melawan Uzbekistan. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia menargetkan timnas mampu lolos ke semi-final turnamen tersebut.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian PANRB: Standar Kelulusan Ujian CPNS 2018 Diturunkan

    Standar Kelulusan Ujian CPNS 2018 tahap Seleksi Kemampuan Dasar akan diturunkan oleh Kementerian PANRB akibat jumlah peserta yang lulus seleksi kecil.